Salah satu industri kreatif berbasis syariah yang saat ini sedang berkembang adalah industri fashion Muslim. Sayang, pelaku usahanya sulit naik level lantaran masih kesulitan memperoleh sumber pendanaan baru untuk mengembangkan usahanya.
"Untuk seni yang tumbuh semakin pesat, kita lihat pertumbuhan pesat dalam bidang UMKM kita, tapi kesulitan untuk pembiayaan," kata Sri dalam sambutannya pada hari terakhir gelaran World Islamic Economic Forum (WIEF) di JCC, Jakarta, Kamis (3/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Sri mengatakan, dukungan permodalan saja tidak lah cukup. Butuh dukungan juga di sektor lainnya.
"Perlu mengembangkan teknologi pendidikan dan pelatihan. Banyak peserta yang memanfaatkan momen ini sehingga bisa dimanfaatkan. Semua ini penting untuk memberdayakan keuangan islam, kuliner, fashion, dan seni yang harus dijaga dengan baik oleh masyarakat ekonomi muslim di dunia," sambung dia.
Semua itu bisa dicapai bila ada dukungan dan keberpihakan regulasi yang dikeluarkan oleh para pemimpin di negara-negara Islam. Bila tak ada dukungan, potensi negara Islam tidak akan berkembang.
"Kita butuh pemimpin yang menjamin kesejahteraan. Banyak negeri yang memiliki pendudukan muslim yang belum optimal potensinya untuk dikembangkan. Semoga ini dapat segera dikembangkan khususnya dalam bidang UMKM," tandasnya. (dna/hen)











































