Follow detikFinance
Sabtu 06 Aug 2016, 16:52 WIB

Tantangan yang Harus Dihadapi Pemerintah di Era Generasi Y

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Tantangan yang Harus Dihadapi Pemerintah di Era Generasi Y Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Saat ini dunia tengah diisi oleh para generasi muda yang terkenal dengan sebutan Generasi Y atau kelompok generasi yang berusia 34 tahun ke bawah atau dapat dikatakan yang lahir pada periode tahun 80-an hingga 90-an.

Karakteristik generasi Y ini terbilang unik karena tumbuh di tengah era keterbukaan informasi, di mana mereka akan lebih cepat belajar dan sering dikatakan sebagai angkatan kerja yang produktif, penuh kejutan dan ide brilian.

Hal ini terbukti dengan lahirnya para pengusaha-pengusaha muda seperti pendiri Facebook, Amazon, hingga yang paling dekat dengan Indonesia pendiri transportasi berbasi aplikasi online seperti Go-Jek. Dunia yang sedang mencari produk berharga murah dan ramah lingkungan menjadi tantangan saat ini, dan Gen Y terbukti menjadi inisiator hal tersebut belakangan ini.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, mengatakan perubahan tatanan ekonomi dunia memang selalu dimulai dari generasi muda. Ia mencontohkan bagaimana orang-orang seperti pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan pendiri Amazon Jeff Bezos melakukan perubahan itu tadi. Bagaimana layanan komersial digital saat ini merubah tatanan dunia.

"Yang melakukan perombakan itu generasi muda. Generasi milenial. Umurnya 20-26 tahun. Tugas kita mempersiapkan generasi ini terbuka jalannya, karena selalu dibilang terlalu muda dan sebagainya. Padahal kita yang ketuaan," katanya ketika ditemui usai acara kopi darat komunitas One HR Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (6/8/2016).

"Dengan keberanian mereka itu, mereka menciptakan produk yang lebih murah. Karena isinya anak muda dan menggunakan teknologi terbaru. Mereka berpikir bagaimana caranya agar tidak mahal. Dan mereka juga sharing dengan yang lain. Jadi disruption itu akan selalu menyerang incumben," tambahnya.

Menurutnya, dengan segala perubahan yang sangat dinamis pada saat ini, peremajaan dalam hal peraturan pun harus dilakukan demi melakukan penyesuaian pada generasi Y ini. Hal ini terkait dengan semakin maraknya moda transportasi online yang notabene juga diinisiasi oleh seorang anak muda.

"Pemerintah harus meremajakan regulasi. Karena regulasi itu hanya cocok untuk orang-orang lama dan melindungi old legacy. Peraturan-peraturan itu sangat jelas cocok pada zamannya. Sehingga mereka sering dikatakan tidak bayar pajak, belum bayar pajak. Seperti taksi online," tandasnya.

"Sebetulnya mereka bisa dibikin membayar pajak, karena sifat membayar pajaknya sudah individu. Kalau yang lama kan aturannya corporate tax. Sekarang orang kan harus officially melaporkan. Kalau dulu perusahaan di corporate yang motong. Sekarang masing-masing individu bayar sendiri," imbuhnya.

Sementara itu Vice President Divisi Go-Service PT Go-Jek Indonesia Dayu Dara Permata juga mengamini hal tersebut. Menurutnya perusahaan harus selalu memberikan hal-hal baru kepada para pekerja yang dominan berasal dari Gen Y ini, sehingga kemudian dapat lebih optimal dalam melakukan penyerapan kualitas dari sang pekerja.

"Penting sekali karena mayoritas dari tenaga kerja kita 26. Even sampai di level CEO nya, Nadiem Makarim juga adalah seorang gen Y. Learning Gen Y itu kan cepat banget. Kita juga harus mikir bagaimana caranya learning curve itu lebih optimum lagi," katanya ketika ditemui di acara dan lokasi yang sama.

"Jadi kita selalu provide mereka dengan banyak learning internal dan eksternal. Lalu tiap 2 bulan kita tanya ke mereka are you excited about your work. Kalau mereka nggak excited, kemudian kita tanya what do you wanna do. Jadi kita proaktif nanya ke mereka, bahwa kamu mau ngerjainnya apa. So we need to understand and optimize their learning curve and at the same time we promote and rotate them, so that they can fully contribute to the company," pungkasnya.

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed