Bulog Ingin Impor 60.000 Ton Daging Kerbau Hingga Akhir 2016

Bulog Ingin Impor 60.000 Ton Daging Kerbau Hingga Akhir 2016

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 08 Agu 2016 15:27 WIB
Bulog Ingin Impor 60.000 Ton Daging Kerbau Hingga Akhir 2016
Foto: iStock/detikcom
Jakarta - Perum Bulog diberi penugasan khusus oleh pemerintah untuk mengimpor daging kerbau dari India. Pembukaan impor daging kerbau ini merupakan salah satu upaya pemerintah menekan harga daging sapi yang masih di kisaran Rp 120.000/kg.

Pemerintah sebelum lebaran kemarin menargetkan harga daging sapi bisa diturunkan sampai Rp 80.000/kg. Tetapi ternyata upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, misalnya lewat pembukaan impor daging sapi beku, belum berhasil. Maka kini dibuka impor daging kerbau.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, menyatakan bahwa pihaknya sangat siap menjalankan tugas tersebut. Izin impor 10.000 ton daging kerbau segera direalisasikan oleh Bulog. Bahkan, Bulog meminta izin impor daging kerbau lebih banyak lagi, sekitar 60.000 ton sampai akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu yang 10.000 ton ini lancar, saya akan habiskan, kalau izin dibuka sampai 60.000 ton bisa. Sekarang Agustus, kalau saya dijatah 10.000-20.000 ton per bulan, saya bisa habiskan 60.000 ton," kata Djarot saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Djarot menambahkan, 9.500 ton daging kerbau dari India akan masuk ke Indonesia pada akhir Agustus ini. "Bulan ini mulai masuk. Yang pasti masuk 9.500 ton dari (total izin impor) 10.000 ton mulai bulan ini, seluruhnya dari India," ucapnya.

Daging kerbau ini akan dijual Bulog ke industri pengolahan makanan dan masyarakat melalui pasar-pasar tradisional dengan harga kurang dari Rp 60.000/kg.

"Dijual tidak lebih dari Rp 60.000/kg. Yang beli bisa industri, bisa ke pasar," tutupnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads