Kabid Komersil Bulog Drive Aceh Nazalia, mengatakan, Bulog Aceh bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banda Aceh menggelar operasi pasar sejak 4 Agustus lalu. Pada tahap awal, sebanyak 20 ton gula pasir untuk kebutuhan Provinsi Aceh dipasok dari Medan, Sumatera Utara.
"Operasi pasar yang digelar di Banda Aceh guna menstabilkan harga gula. Kemarin sudah tiba lagi 100 ton gula yang dikirim dengan peti kemas via Pelabuhan Malahayati dari Jakarta. Total sekira 70 ton gula yang sudah kita salurkan kepada masyarakat," kata Nazalia dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (10/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Bulog juga juga membuka Rumah Pangan di kawasan Lampineung, Lampaseh, Lamnyong, dan Lamteumen. Distribusi gula di sana dilakukan oleh warga setempat.
"Kami optimis Insya Allah harga gula di Aceh khususnya di Banda Aceh akan segera kembali normal di bawah Rp 15.000/kg. Apalagi sekarang stok gula maupun sembako lainnya dapat kita datangkan dari Pelabuhan Malahayati yang tentunya dapat menekan biaya kirim dan lebih safety," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris TPID Kota Banda Aceh Arie Maula Kafka, mengatakan, harga gula di Banda Aceh pada bulan Juli hanya Rp 13.000/kg. Harga itu kemudian terus merangkak naik dan sempat mencapai angka Rp 19.000/kg, pada minggu pertama Agustus.
"Namun sekarang Alhamdulillah harga Gula di Banda Aceh sudah berangsur normal di kisaran Rp 16.000- Rp 17.000/kg dan trend-nya semakin menurun. Untuk itu kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik karena stok gula kita masih aman," katanya. (feb/feb)











































