Sri Mulyani Berharap Generasi Muda Bisa Dongrak Ekonomi RI

Sri Mulyani Berharap Generasi Muda Bisa Dongrak Ekonomi RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 10 Agu 2016 12:39 WIB
Sri Mulyani Berharap Generasi Muda Bisa Dongrak Ekonomi RI
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini menghadiri peringatan 39 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Setelah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama 2 minggu, Sri Mulyani berpesan di hadapan ratusan undangan bahwa dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Generasi muda di Indonesia diperkirakan masih akan mendominasi penduduk Indonesia selama puluhan tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Indonesia disebut punya demografi muda sampai 2020, maka generasi muda berubah cara berpikir dia akan bentuk formasi demografi yang berbeda dan itu bisa di-predict pada 5 sampai 10 tahun ke depan dari sikap hari ini. Young itu bisa jadi salah satu source of growth," kata Sri Mulyani di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Dirinya menambahkan bahwa ada dua tipe generasi muda di Indonesia, pertama adalah ia dianggap sebagai aset dan satu lagi ia dianggap sebagai liabilities.

Generasi dapat dianggap sebagai aset apabila ia dapat bermanfaat terhadap orang lain atau khususnya dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sehingga generasi muda diharapkan menjadi aset negara yang mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Indonesia.

"Saya selalu bicara kalau anda manusia apakah anda di sisi asset atau libailities? Kalau manusia itu tidak bisa jadi asset apakah karena 10 hari pertama bayi lewat nutrisinya maka permanen otaknya itu, kalo dikasih coaching, susu dan lebih banyak lagi, sudah nggak bisa ngejar. I know you have a lot resources ataupun idea, Indonesia ini tidak bisa jadi bagus kalau manusianya tidak bagus," kata Sri Mulyani.

"Terutama mereka yang tertinggal yang terkena vulnerability yang tidak memungkinkan mereka menjadi asset tapi menjadi liabilities, karena ke depan sulit mengubah kembali mereka jadi asset," tambah Sri Mulyani.

Pemerintah menganggap peran anak muda sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Sehingga di masa yang akan datang kesenjangan ekonomi dan kemiskinan di Indonesiandapat berkurang secara perlahan.

"Dan Pemerintah Indonesia menganggap itu salah satu prioritas yang sangat penting, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Bukan hanya untuk berbuat baik, tapi itu pilihan kebijakan strategis dengan jumlah manusia lebih dari 240 juta perlu menjadi lebih baik," tutur Sri Mulyani. (ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads