Follow detikFinance
Kamis 11 Aug 2016, 15:21 WIB

Ini Usul Dirut KCJ Agar Penumpang Tak Menumpuk di Stasiun Manggarai

Muhammad Idris - detikFinance
Ini Usul Dirut KCJ Agar Penumpang Tak Menumpuk di Stasiun Manggarai Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Melonjaknya jumlah penumpang kereta commuter line atau KRL dalam beberapa tahun terakhir, mengekor pada bertambahnya jumlah perjalanan kereta. Namun kondisi tersebut rupanya membuat PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) kewalahan.

Direktur Utama KCJ, Muhammad Fadhil mengeluhkan, bertambahnya jumlah perjalanan ini yang jadi penyebab seringnya kepadatan di Stasiun Manggarai yang jadi stasiun transit, sehingga waktu tunggu kereta yang masuk kerap molor.

"Dampaknya ke Manggarai perjalanan jadi sangat padat kareta penambahan perjalanan. Kita sudah rekayasa operasional dengan potong relasi, tapi ini masih belum selesaikan masalah. Akhirnya penumpang numpuk di Manggarai terus," kata Fadhil di kantor Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), Jakarta, Kamis (11/6/2016).

Sebagai solusinya, Fadhil meminta operator busway, PT TransJakarta, segera menambah armada sekaligus trayek baru yang ada dari stasiun-stasiun KRL.

"Kita susah atur perjalanan di Manggarai, karena sudah maksimal. Solusinya yang sudah di depan mata, ada potensi penumpang turun di (Stasiun) Tebet, Jatinegara, Tanah Abang, Kebayoran, tambah bus kalau bisa tambah rutenya. Tugas kita kan bawa orang dari luar Jakarta ke dalam kota, setelah sampai di Jakarta mau diapakan ini penumpang, apa mau dibiarkan?" Ungkapnya.

Dia mencontohkan, untuk rute Bus TransJakarta dari Stasiun Manggarai, Tebet, dan Palmerah, ada lonjakan penumpang yang cukup lumayan yang melanjutkan perjalanan setelah keluar dari stasiun.

"Artinya kalau ada busway dengan banyak rute, penumpang bisa keluar dari stasiun lain tanpa harus transit di Manggarai. Dia bisa keluar di Tebet kemudian melanjutkan dengan busway setelah keluar dari Tebet ke tujuannya, jadi volume penumpang ke Manggarai bisa berkurang," jelas Fadhil.

Menurutnya, jumlah pengguna KRL saat ini mencapai rata-rata hampir 900.000 per hari dengan 897 perjalanan. Melonjak dari rata-rata penumpang yang diangkut di tahun 2013 yang hanya sekitar 400.000 per hari dengan jumlah 507 perjalanan.

Sementara untuk solusi permanen atas keruwetan perjalanan KRL di Manggarai, pihaknya juga tengah mengebut pembangunan stasiun peninggalan Belanda itu menjadi 2 lantai dari yang direncanakan.

"Solusi permanen Stasiun Manggarai dengan membuatnya jadi 2 lantai, memisahkan jalur fisik jalur Bekasi dan Bogor," ucap Fadhil.

Menanggapi permintaan tersebut, Direktur PT Transjakarta, Daud Joseph menuturkan, pihaknya memang tengah merencanakan penambahan armada dan rute dari stasiun-stasiun KRL.

"Sementara kita sudah layani 4.000 pelanggan dari Manggarai, kemudian dari Stasiun Tebet ada 3.000 penumpang, padahal sebelumnya seharinya hanya 3.00 penumpang. Ada bebera rute langsung yang kita sediakan, misal dari Manggarai ke Ragunan, Blok M, dan Pasar Minggu. Kemudian di Tebet antusiasmenya juga cukup tinggi. Feeder memang kita akan tambah," kata Jos. (ang/ang)
krl
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed