Tarif Pelayanan Mahal, Banyak Yacht Enggan Datang ke Indonesia

Tarif Pelayanan Mahal, Banyak Yacht Enggan Datang ke Indonesia

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2016 18:32 WIB
Tarif Pelayanan Mahal, Banyak Yacht Enggan Datang ke Indonesia
Foto: Pool
Batam - Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu poros maritim dunia dengan salah satu tulang punggungnya adalah pengembangan infrastruktur kepelabuhan di sejulah kawasan di tanah air. Namun perbaikan infrastruktur saja tidak cukup.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, selain infrastruktur yang memadai, Indonesia juga perlu meningkatkan pelayanan dengan tarif jasa yang bersaing dengan layanan jasa serupa yang diberikan pelabuhan di negara lain.

Luhut mencontohkan, banyak kapal pesiar dunia yang enggan bersandar di pelabuhan Indonesia karena tarif jasanya dianggap terlalu mahal. "Misalnya di Singapura itu yacth bersandar hanya US$ 1.000 per malam. Kalau di Indinesia bisa US$ 3.000-5.000 per malam," kata dia ditemui di Hotel Radisson, Batam, Jumat (12/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, kata Luhut, Indonesia punya potensi besar untuk bisa menarik kapal-kapal raksasa tersebut bersandar lantaran memiliki titik wisata yang banyak dan menarik ditambah beberapa pelabuhan di Indonesia bahkan tergolong terbaik di dunia.

"Padahal sekarang di Amerika sudah mulai jenuh dengan yacth-nya. Itu mau dipindahkan misalnya ke Teluk Benoa. Teluk Benoa itu salah satu yang terbaik di dunia. Tapi kita nggak memberikan pelayanan yang baik," kata dia.

Kondisi tersebut memberikan kerugian tersendiri bagi Indonesia karena dianggap tak bisa menawarkan nilai tambah untuk menarik wisatawan berkunjung ke tanah air.

"Nah kemarin saya sampaikan ke Pak Presiden. Pak kalau begini caranya susah orang ke sini. Belum apa-apa kita sudah mempenalti orang (dengan biaya yang mahal). Menurut hemat saya itu tidak benar. Itu masalah-masalah yang terlihat dan harus diatasi, tandas dia. (dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads