Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, selain infrastruktur yang memadai, Indonesia juga perlu meningkatkan pelayanan dengan tarif jasa yang bersaing dengan layanan jasa serupa yang diberikan pelabuhan di negara lain.
Luhut mencontohkan, banyak kapal pesiar dunia yang enggan bersandar di pelabuhan Indonesia karena tarif jasanya dianggap terlalu mahal. "Misalnya di Singapura itu yacth bersandar hanya US$ 1.000 per malam. Kalau di Indinesia bisa US$ 3.000-5.000 per malam," kata dia ditemui di Hotel Radisson, Batam, Jumat (12/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal sekarang di Amerika sudah mulai jenuh dengan yacth-nya. Itu mau dipindahkan misalnya ke Teluk Benoa. Teluk Benoa itu salah satu yang terbaik di dunia. Tapi kita nggak memberikan pelayanan yang baik," kata dia.
Kondisi tersebut memberikan kerugian tersendiri bagi Indonesia karena dianggap tak bisa menawarkan nilai tambah untuk menarik wisatawan berkunjung ke tanah air.
"Nah kemarin saya sampaikan ke Pak Presiden. Pak kalau begini caranya susah orang ke sini. Belum apa-apa kita sudah mempenalti orang (dengan biaya yang mahal). Menurut hemat saya itu tidak benar. Itu masalah-masalah yang terlihat dan harus diatasi, tandas dia. (dna/ang)










































