Dalam data BPS yang dikutip detikFinance, Senin (15/8/2016), ekspor pada Juli 2009 adalah US$ 9,6 miliar.
Berikut rinciannya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juli 2010 US$ 12,4 miliar
Juli 2011 US$ 17,4 miliar
Juli 2012 US$ 16,08 miliar
Juli 2013 US$ 15,08 miliar
Juli 2014 US$ 14,1 miliar
Juli 2015 US$ 11,4 miliar
Juli 2016 US$ 9,51 miliar
Penurunan ekspor ini dikarenakan faktor lebaran yang jatuh pada pekan pertama Juli 2016. Ada banyak perusahaan yang menghentikan produksi, sehingga ada pengurangan aktivitas ekspor.
Realisasi ekspor dibandingkan Juni 2016 turun 26,67%. Ekspor migas turun 15,89% dari US$ 1,19 miliar menjadi US$ 1 miliar. Sedangkan ekspor non migas turun 27,75% dari US$ 11,79 miliar menjadi US$ 8,52 miliar.
"Jadi sebelum awal Juli, itu sudah slowdown, sebagian besar karyawan atau buruh itu cuti. Yang kerja katakanlah yang mau lembur saja. Jadi itu kayaknya berlangsung sampai pertengahan bulan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di kantor BPS.
Sasmito menjelaskan, pada Juli 2016 konsumsi memang mengalami peningkatan. Pasokan konsumsi sudah disiapkan pada bulan sebelumnya, termasuk yang berasal dari impor.
"Karena awal lebarannya di minggu pertama. Sehingga persiapannya lumayan tajam," imbuhnya. (mkl/hns)











































