Pemerintah Terbitkan Surat Utang, Pengamat: Bunga Jangan Ketinggian

Pemerintah Terbitkan Surat Utang, Pengamat: Bunga Jangan Ketinggian

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 18 Agu 2016 13:08 WIB
Pemerintah Terbitkan Surat Utang, Pengamat: Bunga Jangan Ketinggian
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah harus dapat mengelola utang beserta risiko yang dimungkinkan muncul secara tiba-tiba. Salah satu kesalahan pemerintah adalah memberikan bunga yang terlalu tinggi saat menerbitkan Surat Utang Negara (SUN).

"Pemerintah juga issue bond, seperti global bond itu kuponnya cukup tinggi," ungkap Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kepada detikFinance, Kamis (18/8/2016).

Diketahui pemerintah menerbitkan surat utang dalam bentuk valuta asing berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau Global Bond pada Desember 2015 lalu. Untuk tenor 10 tahun diberikan kupon 4,75% dan tenor 30 tahun tingkat kuponnya 5,95%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Josua, pemberian kupon yang tinggi akan berisiko ketika nilai tukar mengalami gejolak ke depannya. Ada kemungkinan cicilan utang yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi.

"Pemerintah menawarkan cukup tinggi. Konsekuensinya pada saat dolar menguat kita harus menangani beberapa masalah," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan berhati-hati dalam menerbitkan surat utang. Perlu kajian yang cukup dalam baik dari sisi global maupun domestik.

Pada kondisi sekarang banyak negara maju yang menerapkan suku bunga negatif, tentunya ini bisa mendorong aliran dana untuk ditempatkan pada surat berharga negara.

"Saya tidak akan spesifik, saya akan lihat kondisi di dalam negeri. Tapi melihat kebijakan negara maju yang sangat lost tentu itu memberi interest rate yang sangat kompetitif. Tentu saya akan cari financing yang sangat baik," papar Sri Mulyani. (mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads