'Jurang' Antara Si Miskin dan Si Kaya Makin Menyempit

'Jurang' Antara Si Miskin dan Si Kaya Makin Menyempit

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2016 10:20 WIB
Jurang Antara Si Miskin dan Si Kaya Makin Menyempit
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Indonesia makin mengecil. Tingkat ketimpangan ini diukur menggunakan gini ratio.

"Gini ratio Maret (2016) 0,397 menurun dari Maret tahun lalu 0,408 dan lebih rendah dari September 2015 yang mencapai 0,402. Artinya ada perbaikan pemerataan ekonomi dalam kurun waktu Maret 2015 hingga Maret 2016," kata kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (19/8/2016).

Apa bila dilihat dari provinsi, ada tujuh provinsi yang memiliki gini ratio lebih tinggi dari nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tertinggi adalah Sulawesi Selatan mencapai 0,426, Daerah Istimewa Yogyakarta 0,420, Gorontalo 0,419, Jawa Barat 0,413, DKI Jakarta 0,411, Sulawesi Utara 0,402, dan Jawa Timur 0,402," katanya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perbaikan gini rasio. Paling tidak ada 6 aspek.
1. Adanya kenaikan upah buruh harian dari Rp 46.180/hari pada Maret 2015 menjadi Rp 47.559/hari pada Maret 2016
2. Adanya kenaikan upah buruh bangunan dari Rp 79.657/hari pada Maret 2015 menjadi Rp 81.481 /hari pada Maret 2016
3. Adanya peningkatan jumlah pekerja bebas pertanian
4. Adanya peningkatan rata-rata pengeluaran perkapita perbulan kelompok penduduk 40% terbawah dari Rp 371.336/bulan pada Maret 2015 menjadi Rp 423.969/bulan
5. Adanya penguatan ekonomi kelas menengah bawah karena adanya pembangunan infrastruktur pemerintah. Ini menyerap banyak tenaga kerja.
6. Ada juga pengembangan usaha di sektor manufaktur, jasa dan pariwisata. Ini merupakan dampak awal dari 12 paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads