BPS: 'Jurang' Si Kaya dan Si Miskin di DKI Mulai Menurun

BPS: 'Jurang' Si Kaya dan Si Miskin di DKI Mulai Menurun

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2016 11:30 WIB
BPS: Jurang Si Kaya dan Si Miskin di DKI Mulai Menurun
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Tingkat ketimpangan ekonomi antara yang kaya dan miskin di Indonesia kian menyempit. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, penyumbang penurunan ketimpangan ekonomi terbesar justru terjadi di wilayah perkotaan.

Berdasarkan data BPS, sejak September 2014, kesenjangan ekonomi di perkotaan turun drastis dari 0,433 di September 2014 menjadi 0,410 di Maret 2016.

"Artinya, dalam kurun waktu September 2014-Maret 2016, gini ratio (rasio ketimpangan) di wilayah perkotaan telah turun 0,023 poin," kata Kepala BPS, Suryamin, di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandingkan dengan tingkat ketimpangan yang terjadi di wilayah pedesaan. Dalam kurun waktu yang sama, gini ratio di pedesaan hanya turun 0,009 poin dari 0,336 di September 2014 menjadi 0,327 di Maret 2016.

Kesenjangan atau ketimpangan ekonomi perkotaan yang mengalami penurunan bisa dilihat jelas di ibukota negara, DKI Jakarta.

"Walau pun masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 0,397, namun gini rasio DKI Jakarta pada Maret 2016 telah mengalami penurunan cukup tajam dari 0,421 di Maret 2015 menjadi 0,411 di Maret 2016," ungkap dia.

Suryamin mengatakan, hal ini menandakan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di level bawah khususnya di perkotaan mulai menunjukkan hasil. (dna/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads