Berdasarkan data BPS, sejak September 2014, kesenjangan ekonomi di perkotaan turun drastis dari 0,433 di September 2014 menjadi 0,410 di Maret 2016.
"Artinya, dalam kurun waktu September 2014-Maret 2016, gini ratio (rasio ketimpangan) di wilayah perkotaan telah turun 0,023 poin," kata Kepala BPS, Suryamin, di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesenjangan atau ketimpangan ekonomi perkotaan yang mengalami penurunan bisa dilihat jelas di ibukota negara, DKI Jakarta.
"Walau pun masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 0,397, namun gini rasio DKI Jakarta pada Maret 2016 telah mengalami penurunan cukup tajam dari 0,421 di Maret 2015 menjadi 0,411 di Maret 2016," ungkap dia.
Suryamin mengatakan, hal ini menandakan bahwa upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di level bawah khususnya di perkotaan mulai menunjukkan hasil. (dna/feb)










































