Amran langsung mengemudikan traktor pemotong padi.
"Saat kunjungan dengan Presiden di Dompu, harga jagung jatuh Rp 1.500. Saya janji, kami tahan impor 1 juta ton jagung untuk dikembalikan. Kami diserang habis-habisan dan bahkan isu reshuffle. Masalah reshuffle tidak ada di kepala kami. Kami ikuti takdir. Karena yang perlu dipertahankan adalah ideologi, kejujuran, dan integritas," kata Amran dalam sambutannya di sebuah tenda tengah sawah itu di Desa Keru, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Jumat (19/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran pun menyampaikan bahwa harga jagung pada hari ini sudah membaik bahkan komoditas dalam impor pangan sudah turun drastis.
"Saat jagung impor kami lepas maka harga pasar akan hancur. Maka saya kembalikan lagi ke negaranya. Kerja bagus ini tapi tidak ada terima kasih dari petani. Hari ini harga jagung membaik dan impor menurun 60%. Biasanya naik 2 persen terus menerus dalam satu tahun," urai Amran.
Amran menantang para petani NTB jika bisa memenuhi target panen maka subsidi pun akan bertambah. Sebaliknya, jika tidak memenuhi target maka akan ada pencabutan subsidi untuk tahun berikutnya.
"Untuk sendiri naik 38 kali lipat menjadi Rp 56 miliar. Produksi tidak naik aku tarik anggaran. Sudah ada 10 anggaran daerah yang ditarik dan ditambahkan ke daerah lainnya karena tidak memenuhi target. Masing-masing anggaran bantuan itu sebesar Rp 10 miliar," jelas Amran.
Pemerintah, kata dia, akan terus mengevaluasi produksi petani. Pada kesempatan ini pula, Mentan memberikan sumbangan kepada Lombok Barat yakni 10 traktor dan 20 pompa .
"Pemerintah akan men-setting NTB, mempunyai 400.000 hektar lahan. Karena penyumbang terbesar ekonomi sekarang ini termasuk sektor pertanian. Indonesia mendapat global food security indeks atau ketahanan pangan tertinggi di dunia oleh lembaga survei di London," kata Amran.
Sementara itu Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan, luas lahan pertanian di daerahnya adalah 17.000 hektar. Peningkatan hasil panen, kata dia, membutuhkan bantuan pemerintah pusat, seperti membangunan embung dan irigasi dan sebagainya.
"Karena bantuan masih banyak yang belum tersentuh dengan merata ke petani. Kami memerlukan alat mesin pertanian traktor, mesin pompa, dan alat mesin panen serta perbaikan irigasi meliputi embungnya," ucap Fauzan. (feb/feb)











































