Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya, Duta Besar Argentina H.E Mr Ricardo Luis Bocalandro, Wilson Loize (Venezuela), Juan Carlos Valdivia Vera Revollar (Peru), Terry Shameem (Suriname), Michael Gonzales Castro (Cuba) dan Gustavo Westmann (Brazil).
Dalam pertemuan tersebut, Emil, sapan karib Ridwan Kamil, menceritakan banyak hal mendunia dari Bandung yang tidak semua orang tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil kilas balik ke zaman sejarah. Menurutnya, banyak negara luar datang ke Bandung untuk mencari rempat-rempah, saking tingginya produk rempah dari Indonesia. Saat ini, lanjutnya, tidak perlu seperti zaman dulu karena dengan teknologi, Indonesia bisa semakin berkembang.
"Nah sekarang ini dengan teknologi tidak perlu secara fisik melakukan seperti zaman dulu, tapi zaman sekarang siapa yang paling cepat mendapatkan informasi, dia akan menjadi berkembang dan maju. Oleh kerena itu atas nama Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih kepada kemenlu (Kementerian Luar Negeri) yang sudah bisa melakukan upaya pertemuan ini dengan lancar," ungkapnya.
Pertemuan bisnis ini, lanjut Emil membuka mata dan kesempatan bagi para pengusaha di Bandung dan Jawa Barat bahwa ada wilayah di dunia yang masih belum digarap dengan maksimal dari sisi peluang bisnis.
"Dengan adanya pertemuan ini mudah-mudahan peluang bisnis antar negara bisa terjalin dengan baik dan hasilnya bisa berkembang menjadi lebih besar," jelasnya.
Sementara itu Direktur Amerika Selatan dan Karibia, Kementerian Luar Negeri, Julang Pujianto, menjelaskan pertemuan antar negara ini dilakukan untuk mewujudkan kerja sama khususnya dalam hal bisnis.
"Pertemuan ini diikuti negara di Amerika Selatan dan Karibia, yang akan memperkenalkan pasaran usaha-usaha yang ada di negaranya untuk mengenalkan langsung kepada pengusaha di kalangan pebisnis Indonesia khususnya Kota Bandung," jelasnya.
Julang menambahkan, beberapa kali perkenalan pasar antar negara sudah dilakukan, namun masih ada saja yang belum berhasil.
"Ini tentunya ada hal yang belum digali dan dipelajari untuk menerobos pasar dunia, yaitu dalam hal kerjasama," ucap Julang.
Julang berharap, dalam pertemuan bisnis ini, menghasilkan kemajuan bagi Indonesia. "Mudah-mudahan hasil dari petemuan ini membuahkan hasil yang maksimal, agar negara Indonesia di mata dunia dipandang lebih baik," pungkasnya (avi/hns)










































