Ini Pentingnya Cold Storage Dalam Pengembangan Potensi Perikanan RI

Wawancara Dirjen PDSPKP

Ini Pentingnya Cold Storage Dalam Pengembangan Potensi Perikanan RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2016 10:28 WIB
Ini Pentingnya Cold Storage Dalam Pengembangan Potensi Perikanan RI
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Potensi hasil laut di Indonesia dikenal sangat melimpah dengan hasil tangkapan ikan yang seolah tidak ada habisnya. Para nelayan pun tak kenal lelah mengarungi lautan luas untuk mendapatkan hasil tangkapan yang laris manis untuk dijual di pasar.

Namun, seringkali potensi tangkapan ikan yang melimpah terkendala terbatasnya sarana pendukung industri perikanan. Salah satunya adalah cold storage atau fasilitas pendingin ikan untuk menjaga kesegaran ikan.

Kehadiran cold storage di setiap titik distribusi amat dibutuhkan untuk menjaga kesegaran ikan lebih lama sampai ke pembeli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari industri perikanan yang paling mendesak adalah tersedianya rantai pasok dingin, sistem rantai dingin, cold chain system. Sekarang ini ikan sudah banyak diperoleh nelayan, waktu ke lautnya lebih pendek kemudian ikannya lebih banyak dibandingkan sebelumnya," tutur Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo saat berbincang dengan detikFinance di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

"Nah, sekarang supaya industri berkembang otomatis ikannya harus disimpan dalam keadaan baik. Bisa disimpan dengan baik dalam waktu yang panjang tentu saja membutuhkan ruang pendingin dan dibekukan kemudian disimpan di ruang pendingin. Ini yang kita butuhkan dalam waktu dekat," tambahnya.

Cold storage sangat dibutuhkan terlebih lagi saat hasil tangkapan nelayan melimpah di tempat pelelangan. Hasil tangkapan ini tidak bisa dibawa seluruhnya untuk didistribusikan sehingga dibutuhkan ruang pendingin untuk menjaga kesegarannya lebih lama lagi.

"Saat musim ikan pada saat tangkapan berlimpah karena terbatasnya sarana dan prasarana pendingin kita tadi. Kedua karena jalur distribusinya itu kalau ke daerah terpencil sulit umumnya," kata Nilanto.

Dirinya menambahkan, rantai distribusi ikan dari tempat pelelangan relatif pendek. Untuk ikan yang dijual dengan harga murah seperti ikan kembung hingga ikan selar hanya membutuhkan beberapa tangan saja untuk sampai ke konsumen.

Sedangkan untuk ikan dengan kategori besar dibutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai di konsumen sehingga dibutuhkan cold storage.

"Itu tergantung beberapa lokasi dan jenis ikannya. Jadi ada yang langsung ke pasar kalau misalnya ikan pelagis kecil ikan yang relatif murah jadi langsung," tutur Nilanto. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads