Pedagang Hewan Kurban Lebih Suka Jual Sapi Lokal Daripada Impor

Pedagang Hewan Kurban Lebih Suka Jual Sapi Lokal Daripada Impor

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 28 Agu 2016 15:17 WIB
Pedagang Hewan Kurban Lebih Suka Jual Sapi Lokal Daripada Impor
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Dua pekan jelang Idul Adha, pedagang musiman hewan kurban mulai menjamur di Jakarta. Harga sapi yang dijual beragam, mulai dari yang termurah Rp 14 juta untuk bobot 250 kg, sampai harga ratusan juta untuk ukuran di atas 1 ton.

Sugiharto, salah seorang pedagang di pusat penjualan hewan kurban Bina Insan Kamil (BIK) di Matraman, Jakarta Pusat mengatakan, rata-rata pedagang hewan kurban lebih menyukai sapi lokal ketimbang menjual sapi impor.

"Sapi lokal lebih mudah dipotong, di kandang juga lebih tenang karena sapi lokal biasa diikat selama dipelihara. Sementara sapi impor lebih liar, makanya feedloter kandangnya khusus, nggak bisa kandang bambu untuk sapi impor. Orang juga lebih gampang motongnya. Jualnya lebih mudah," jelas Sugiharto kepada detikFinance, Minggu (28/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan, untuk memotong sapi impor dengan karakter sifat liar, perlu alat khusus seperti yang ada di rumah potong hewan (RPH). Selain itu, sapi impor kurang laku untuk pasar hewan kurban.

"Alasannya karena itu saja, lebih mudah dipotong, dagingnya sama saja lokal dengan sapi BX (brahman cross/impor). Orang masjid suruh potong sapi BX kelabakan dia. Orang tahu mana yang impor mana yang bukan, pada nggak mau beli yang impor, repot," ujar Sugiharto yang sudah 11 tahun berjualan hewan kurban ini.

Soal harga, lanjutnya, sebenarnya harga sapi lokal yang dibeli dari peternak, dengan sapi impor BX yang dijual feedloter tak jauh berbeda.

"Harga sapi dari feedloter saya pernah tawar harganya fluktuatif, terakhir kalau tidak salah saya terakhir tawar Rp 45.000/kg bobot hidup. Harga sapi lokal tidak jauh beda. Yang membedakan itu saja, sapi impor ribet pas disembelih, karena asalnya di Australia dilepas liar saja di lapangan. Kalau lokal nurut sudah biasa diikat," kata Sugiharto.

Dia menuturkan, sapi-sapi yang dijualnya tersebut didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dengan membelinya langsung dari peternak sapi.

"Belinya kebanyakan dari Jawa Tengah seperti Brebes, Pati, Purworejo, dan Banjarnegara. Kita beli cash dari peternak, atau biasanya kita juga kasih peternak bibit sapi, mereka pelihara kemudian jual ke kita," ucap Sugiharto.

Dia merinci, untuk harga jual sapi Bali dengan berat 500 kg dibanderol seharga Rp 29 juta, berat 400 kg seharga Rp 23 juta, berat 350 kg seharga Rp 20 juta, dan yang termurah sapi Bali dengan bobot 250 kg dipatok Rp 14,7 juta. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads