Pagi-pagi Mentan Sidak ke Pasar Cipinang Cek Harga Beras

Pagi-pagi Mentan Sidak ke Pasar Cipinang Cek Harga Beras

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2016 09:55 WIB
Pagi-pagi Mentan Sidak ke Pasar Cipinang Cek Harga Beras
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Suasana mendung menyelimuti langit di atas Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur. Namun begitu, udara di pusat kulakan beras terbesar di Jakarta itu cukup gerah. Beberapa toko di PIBC masih tutup.

Pagi itu pukul 08.30 WIB, mobil Toyota Crown berpelat RI 38 milik Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sudah terparkir di pelataran bongkar muat PIBC. Keluar dari mobilnya, Amran yang mengenakan setelah batik cokelat ini langsung berjalan cepat menyambangi sejumlah toko beras pedagang-pedagang grosir.

"Mau cek harga beras. Sekarang beras lagi melimpah, berapa pedagang di sini jual, berapa harga mereka beli di penggilingan," kata Amran di sela-sela sidaknya, Selasa (30/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana pasar yang berdebu dan sumuk tak dihiraukannya. Berjalan beberapa langkah dari satu grosir ke grosir lainnya, Amran sudah bermandi keringat. Beberapa kali dirinya harus mengeluarkan handuk kecil dari kantong celananya.


Di belakangnya, rombongan pejabat dan staf dari Kementerian Pertanian, Bulog, PT Cipinang Food Station, dan Kementerian Perdagangan mengikutinya dari belakang.

Saat melewati salah satu pedagang grosir beras, CV Sejati Makmur, Amran berhenti dan bertanya berapa harga beras yang dijualnya.


"Berapa Anda jual berasnya?" tanya Amran kepada salah satu pedagang.

"Variatif ada yang Rp 7.000/kg, ada Rp 7.200/kg, ada yang Rp 7.800/kg," kata pedagang.

Pindah ke toko grosir lainnya, Amran kembali mengulang pertanyaan yang sama.


Dari pantauanya, harga beras yang stabil di harga kisaran Rp 7.000/kg dianggapnya sebagai kondisi beras melimpah.

"Ini tandanya apa? Beras di petani lagi surplus. Aman tak perlu khawatir. Tapi yang ini jadi catatan kita, kalau di sini harganya Rp 7.000/kg, bagaimana harganya di petani? Pasti lebih rendah bukan? Ini yang harus kita evaluasi," ujar Amran. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads