Pagi itu pukul 08.30 WIB, mobil Toyota Crown berpelat RI 38 milik Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sudah terparkir di pelataran bongkar muat PIBC. Keluar dari mobilnya, Amran yang mengenakan setelah batik cokelat ini langsung berjalan cepat menyambangi sejumlah toko beras pedagang-pedagang grosir.
"Mau cek harga beras. Sekarang beras lagi melimpah, berapa pedagang di sini jual, berapa harga mereka beli di penggilingan," kata Amran di sela-sela sidaknya, Selasa (30/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Di belakangnya, rombongan pejabat dan staf dari Kementerian Pertanian, Bulog, PT Cipinang Food Station, dan Kementerian Perdagangan mengikutinya dari belakang.
Saat melewati salah satu pedagang grosir beras, CV Sejati Makmur, Amran berhenti dan bertanya berapa harga beras yang dijualnya.
![]() |
"Berapa Anda jual berasnya?" tanya Amran kepada salah satu pedagang.
"Variatif ada yang Rp 7.000/kg, ada Rp 7.200/kg, ada yang Rp 7.800/kg," kata pedagang.
Pindah ke toko grosir lainnya, Amran kembali mengulang pertanyaan yang sama.
![]() |
Dari pantauanya, harga beras yang stabil di harga kisaran Rp 7.000/kg dianggapnya sebagai kondisi beras melimpah.
"Ini tandanya apa? Beras di petani lagi surplus. Aman tak perlu khawatir. Tapi yang ini jadi catatan kita, kalau di sini harganya Rp 7.000/kg, bagaimana harganya di petani? Pasti lebih rendah bukan? Ini yang harus kita evaluasi," ujar Amran. (drk/drk)














































