Menggunakan mobil dinasnya, Toyota Crown Royal Salon berpelat RI 38, Amran sudah sampai di pusat kulakan beras terbesar di Jakarta ini sejak pukul 08.30. Amran tak sendirian, dia ditemani Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Syahrul Mamma.
Saat berhenti di toko grosir beras CV Sejati Makmur, seorang pedagang tiba-tiba bertanya kapan Indonesia sudah swasembada beras. Merespon pertanyaan yang datang tiba-tiba itu, Amran langsung mengambil kalkulator di dekatnya dan memperlihatkan hitungan produksi beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu gaduh mau impor saya di-bully, sekarang tidak kan? Ketan dulu saya didorong untuk impor, sekarang harganya turun Rp 9.000/kg, padahal dulu (ketan) Rp 13.000/kg. Beras pun sama," kata Amran di PIBC, Jakarta, Selasa (29/8/2016).
Kemudian dia kembali menunjukkan hitungannya, bahwa stok beras di gudang Bulog sampai saat ini sebesar 2,1 juta ton, sehingga kebutuhan untuk beras sejahtera (rastra) cukup untuk 9 bulan ke depan.
"Hari ini di Bulog (stok beras) 2,1 juta ton. Artinya apa? Beras (rastra) masih cukup untuk 9 bulan ke depan. Ini musim paceklik sampai sampai Januari, Maret, Mei (2016) nanti sudah panen puncak. Dulu ribut sekarang produksi cukup kan? Impor bawang dulu aku kunci (tutup), sekarang cukup kan," ucap Amran. (dna/dna)











































