Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengungkapkan, pembukaan opsi rekomendasi impor sapi dari Meksiko dilakukan lantaran pihaknya ingin mempercepat target swasembada daging sapi.
Negara Amerika Latin tersebut dipilih untuk mendatangkan lebih banyak sapi indukan betina. Selain itu, pemerintah Meksiko juga menawarkan harga yang lebih murah ketimbang sapi yang dibeli dari Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran tidak merinci berapa selisih harga yang ditawarkan Meksiko dibandingkan dengan harga sapi dari Australia.
Dia menargetkan, jika proses pengadaannya sudah siap, pengapalan pertama sapi impor asal Meksiko sudah bisa tiba di akhir 2016. Pengapalan sapi asal Meksiko yang melintasi Samudera Pasifik sendiri membutuhkan waktu sekitar 40 hari perjalanan laut.
"Moga-moga ini tahun sudah jalan," kata menteri asal Bone, Sulawesi Selatan ini.
Sebelumnya, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah merampungkan rekomendasi penunjukan peternakan di Meksiko yang sapinya bisa didatangkan ke Indonesia.
"Rekomendasi September-Desember, tapi kalau rekomendasi untuk penetapan peternak sudah selesai. Kan sebelum rekomendasi impor sapi, tempat asalnya sapi harus sudah ditunjuk dulu, diverifikasi," kata Ketut.
Kementan, lanjut dia, masih mempertimbangkan kuota yang bisa diberikan dengan pemberian rekomendasi impor sapi asal Meksiko. Termasuk apakah impor sapi bakalan atau sapi betina indukan.
Pertimbangan lainnya, negara Amerika Latin tersebut juga dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Bakalan atau sama indukan, tapi saya belum tahu jumlahnya. (impor) akan dilakukan swasta, Meksiko sudah bebas PMK. Di Meksiko populasi (sapi) 29 juta ekor," jelas Ketut. (hns/hns)











































