Isu Flu Burung, Omset Ayam Potong di Palembang Turun

Isu Flu Burung, Omset Ayam Potong di Palembang Turun

- detikFinance
Senin, 28 Mar 2005 18:24 WIB
Jakarta - Meski belum ditemukan serangan flu burung terhadap peternakan ayam potong di Palembang dan Bandarlampung, namun omset penjualan daging ayam potong menurun. Penurunan diperkirakan para masyarakat lebih memilih mengonsumsi ikan karena khawatir penyakit flu burung. Umar (56), pedagang ayam potong di Pasar 16 Ilir Palembang, kepada detikcom mengaku biasanya--sebelum ada wabah flu burung--dia dapat menjual 100 ekor per hari. Namun, saat ini dia hanya mampu menjual 30 ekor per hari. "Ya, ini pun dibantu pelanggan dari mereka yang membuka warung makan," kata Umar. Meskipun berusaha menurunkan harga penjualan, para pembeli tetap saja sepi. "Biasanya saya menjual Rp 13 ribu per kilogram, diturunkan Rp 12 ribu tetap saja sepi," tambahnya. Kondisi yang sama juga dirasakan para pedagang ayam potong lainnya di Pasar 16 Ilir. Menurut Umar, para pembeli curiga bila ayam potong yang dijual di pasar merupakan kiriman dari Jawa. Meskipun sudah dijelaskan berasal dari Sumsel dan Lampung mereka tetap tidak yakin. "Kami berharap pemerintah dapat menjernihkan persoalan ini ke masyarakat. Misalnya publikasikan bahwa Sumsel bebas flu burung," tambahnya. Kondisi yang sama juga dirasakan oleh para pedagang ayam potong di Bandarlampung. Bahkan didapatkan kabar sejumlah pedagang ayam potong beralih berjualan ikan. (asy/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads