Lewat pameran ini, pengunjung dapat mengetahui potensi bisnis restoran dan cafe serta mendapatkan informasi lengkap dari para ahli mengenai seluk-beluk waralaba dan industri cafe. Pameran ini juga menghadirkan 200 perusahaan dari 12 negara yang menawarkan kesempatan bagi para investor untuk menjadi bagian dari merek waralaba mereka.
Membangun usaha dengan sistem waralaba masih menjadi pilihan utama bagi investor untuk memulai bisnisnya. Kemudahan memulai usaha hingga merek dagang yang telah dikenal menjadi alasan mengapa sistem ini diminati oleh para pemilik modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapannya pendampingan ini bisa lebih memacu pertumbuhan waralaba di Indonesia," ujar Levita dalam acara FLEI dan CBI 2016 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Ketua Komite Tetap Waralaba, Lisensi dan Kemitraan Kadin , Amir Karamoy mengungkapkan bahwa dunia usaha dan pemerintah mendukung terselenggaranya FLEI dan CBI 2016.
"Acara ini sangat positif karena dapat merangsang tumbuhnya pengusaha baru utamanya di bidang waralaba dan cafe. Dampak perkembangan ini tentunya berpengaruh kepada penambahn lapangan kerja, peningkatan skill, dan taraf hidup masyarakat," kata Amir.
Lewat acara ini juga akan dikupas tuntas kiat-kiat sukses berbisnis waralaba dengan mengahdirkan para pakar di bidangnya seperti Sandiaga S. Uno, Sekjen WALI Tri Rahardjo, dan CEO Action Coach Indonesia Ari Nugrahanto.
Tidak hanya itu, di tanggal 4 September 2016 juga akan digelar Franchise Discussion yang menghadirkan pembicara internasional seperti Franchise Senior Partner how2franchise.co.uk Rod Hindmarsh, Managing Director of Asia Wide Franchise Consultant Albert Kong, serta Franchise Consuktant IFBM Burang Riyadi. (ang/ang)











































