Dengan cekatan, tangan master chef yang biasa unjuk gigi di sejumlah televisi swasta ini menuangkan kecap manis, garam, minyak, dan daun sereh di atas wajan teflon berminyak yang disiapkannya. Asap langsung membumbung dari wajan anti lengket berminyak yang dimainkannya, membuat banyak orang yang menyaksikan demo memasaknya harus menelan ludah beberapa kali.
Chef Chandra tengah mencontohkan bagaimana memasak daging kerbau. Dalam acara launching daging kerbau impor asal India, dia memang sengaja diundang Bulog memperagakan kiat memasak daging kerbau yang bisa memanjakan lidah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chef Candra menjelaskan, daging kerbau memiliki kandungan lemak lebih sedikit daging sapi, sehingga memiliki tekstur yang lebih kasar. Dalam urusan memasaknya, dia menyarankan untuk teknik pemotongan daging lebih kecil.
"Teksturnya lebih keras karena less fat (rendah lemak). Kalau bisa mengolahnya jangan terlalu besar motongnya, lebih tipis, terus kasih dia waktu memasak yang lebih lama dengan temperatur yang lebih rendah," ujarnya.
Dia menuturkan, sebenarnya daging kerbau sangat cocok untuk banyak ragam kuliner Indonesia. Apalagi, harga daging kerbau India yang dijual Bulog hanya dibanderol Rp 65.000/kg.
"Kerbau ini salah satu alternatif yang menguntungkan, karena dari harga sangat jauh (murah). Low fat, durable, juicy (berair), jadi cocok banget deh dimasak ala Indonesia," ujar Chef Chandra.
Acara demo masak Chef Chandra sendiri dilakukan di depan ratusan karyawan Bulog. Selain itu, hadir di semua direksi Perum Bulog dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Selesai memasak steak, semur, dan lasagna daging kerbau, Rini pun langsung mencicipi masakan buatan Chef Chandra tersebut.
"Masakan daging kerbau ini enak sekali. Siapa bilang daging kerbau keras, ini buktinya empuk begini," ucap Rini sampai mengacungkan jempol kanannya sambil mengunyah steak kerbau panggang. (hns/hns)











































