JK: Target Tax Amnesty Terlalu Tinggi

JK: Target Tax Amnesty Terlalu Tinggi

Ferdinan - detikFinance
Jumat, 02 Sep 2016 17:56 WIB
JK: Target Tax Amnesty Terlalu Tinggi
Foto: Rina Atriana
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut target penerimaan negara melalui program pengampunan pajak atau tax amnesty sebesar Rp 165 triliun, terlalu tinggi. Sementara realisasi dalam satu setengah bulan pertama masih rendah.

"Inti pokok dari pada tax amnesty itu sebenarnya, programnya seperti itu tapi yang berlebihan ialah targetnya, yang berdasarkan data-data yang bagi kita juga tidak jelas. Yang keliru bukan tax amnesty, yang keliru penempatan target yang terlalu tinggi. Saya tidak katakan keliru, yang berbeda kita hadapi (realisasi) hari ini ialah karena ketinggian targetnya," ujar JK kepada wartawan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2016).

Pemerintah menargetkan adanya uang tebusan Rp 165 triliun yang masuk sebagai penerimaan pajak dari program tax amnesty. Sedangkan berdasarkan data Dashboard Amnesti Pajak situs pajak.go.id, per 2 September 2016 pukul 17.15 WIB, uang tebusan yang masuk Rp 4,04 triliun dari target Rp 165 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih ada waktu sampai Maret setidaknya. Walaupun memang sebagian besar pasti diperkirakan akan direalisasi pada bulan ini, September ini, ya kita tunggulah bulan ini. Tapi kalau September itu tidak tercapai tentu saja solusi yang ada tinggal pemotongan," sambungnya.

Dia mengatakan, untuk mencapai target yang ditetapkan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi termasuk kepada para pengusaha melalui Apindo. Ditegaskan JK, tax amnesty hanya menyasar pengusaha besar terkait kewajiban pembayaran pajak.

"Tax amnesty itu pemberian maaf, jadi yang diharapkan dan bisa (tax amnesty), orang yang punya kesalahan. kalau selama ini anda tidak salah ya anda tentu tidak ada urusan dengan tax amnesty. Pemerintah berbaik hati untuk memaafkan para wajib pajak yang selama ini tidak melaporkan dengan benar," ungkapnya.

(fdn/mkl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads