Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 03 Sep 2016 18:00 WIB

Begini Jurus Pemerintah Agar RI Swasembada Daging Sapi

Eko Sudjarwo - detikFinance
Foto: Hendrik/detikcom
Lamongan - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir yakin Indonesia akan mampu mewujudkan swasembada daging sapi secara mandiri dalam 10 tahun ke depan. Keyakinan Menristek Dikti ini disampaikan ketika berada di Lamongan, Jawa Timur.

Menurut Nasir, Kemenristek mendapat tugas untuk menjalankan proses di hulu dalam pembibitan-pembibitan sapi potong unggulan. Upaya hulu ini mampu diselesaikan dalam waktu 6 tahun apabila dilakukan secara konsisten. Kemenristek berada di hulu karena kebagian melakukan risetnya.

"Kemenristek mendapat tugas untuk mengoordinasikan selama 5 tahun harus selesai ditingkat hulunya, hulunya adalah menyelesaikan pada bibit," ujarnya usai meresmikan Agro Science Tecnopark di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Sabtu (3/9).

Dikatakan Nasir, Sperma-sperma nantinya dapat dibagikan kepada sejumlah pihak, baik industri maupu petani. Ia berujar, Indonesia membutuhkan dua sampai tiga juta semen beku untuk mencapai swasembada. Apabila proses itu berjalan konsisten, besar kemungkinan Indonesia mempunyai stok yang cukup untuk swasembada daging sapi.

"Baru tahun ke 6-7 ke pemotongan, kita akan memanen hasilnya. Puncaknya 10 tahun memanen daging itu," yakinnya.

Ia menuturkan beberapa lokasi pembibitan sapi potong yang saat ini sedang dikembangkan. Beberapa di antaranya ialah Sumatera Barat, Bogor, Nusa Tenggara Timur, dan Pare-Pare. Lebih lanjut, Ia berharap Kemenristekdikti bisa bergandengan tangan dengan Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pertanian, Kementrian BUMN, dalam mensukseskan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Sementara, mengenai peresmian Agro Science Tecnopark di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Nasir mengaku kalau agropark ini diharapkan ke depan Unisla akan menjadi Hasil Akhir Program untuk pengembangbiakan sapi di Lamongan khususnya dan Jawa Timur bagian utara, seperti Tuban, Gresik dan lainnya.

Kemenristekdikti telah memberikan berupa semen beku ke Agro Science Tecnopark Unisla. Menurutnya, semen beku yang diberikan merupakan hasil dari rekayasa genetika yang telah dikembangkan Kemenristekdikti. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com