Belum Ada Daging Kerbau Impor di Pasar Cipete

Belum Ada Daging Kerbau Impor di Pasar Cipete

Muhammad Damar Wicaksono - detikFinance
Senin, 05 Sep 2016 10:42 WIB
Belum Ada Daging Kerbau Impor di Pasar Cipete
Foto: Muhammad Damar Wicaksono
Jakarta - Perum Bulog secara resmi telah mengimpor 9.500 ton daging kerbau di tahap pertama. Masuknya daging kerbau asal India diharapkan mampu menekan harga daging sapi di pasar yang masih berada di atas Rp 100.000 per kilogram (kg).

Sebanyak 9.500 ton daging sapi akan disebar ke berbagai pasar di Jabodetabek mulai awal September 2016. Pedagang daging sapi di Pasar Cipete mengaku belum ada pasokan daging kerbau yang telah diimpor Bulog dari India.

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Cipete bernama Anto mengaku kurang berminat untuk menjual daging kerbau. Menurutnya, agak sulit untuk menjual daging kerbau import ke masyarakat, karena menjual kerbau lokal saja sangat sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara pribadi saya nggak berminat untuk jual daging kerbau impor, daging kerbau lokal saja masyarakat jarang yang beli. Masyarakat di sini lebih milih sapi daripada kerbau. Ujar Anto saat ditemui detikfinance di Pasar Cipete, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Menurut Anto, daging kerbau memiliki tekstur dan serat yang lebih keras dibandingkan dengan tekstur daging sapi sehingga kurang menarik minat beli masyarakat.

"Daging kerbau itu tekstur sama seratnya itu keras, beda sama daging sapi yang enggak keras, itu yang bikin daging kerbau jarang diminati sama masyarakat," tutur Anto.

Hal senada disampaikan juga oleh pedagang daging sapi lainnya bernama Ahmad, ia mengaku dulu pernah menjual daging kerbau terapi kurang diminati oleh masyarakat.

"Dulu saya pernah menjual daging kerbau, tapi sepi pembelinya karena masyarakat lebih menyukai daging sapi daripada daging kerbau," ujar Ahmad. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads