Saat bertemu dengan ratusan nelayan itu, Susi bergurau soal kebiasaan nelayan pesisir pantura yang hobi menghabiskan uang dalam waktu cepat usai menjual hasil lautnya alias dombret.
"Kalau di Selatan nelayannya agak baik-baik. Kalau di Utara ini hidup agak dombret. Pada judi nggak? yang pegang uang siapa? Bapak-bapak atau Ibu-ibu? Jangan dombret, jangan main judi," tanya Susi kepada ratusan nelayan yang tumpah di lapangan sepakbola Kedung, Senin (5/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan bapak-bapak pegang uang. Jadi kalau uang yang pegang ibu-ibu di rumah nggak cepat habis. Jadi jual hasil ikan bawa pulang buat istri di rumah yang pegang, nanti habis buat istri kedua sama ketiga," canda Susi.
Dia mengharapkan, nelayan bisa lebih diberdayakan dengan pendampingan dan pemberian bantuan yang masih dilakukan sejak tahun lalu.
"Nelayan ini nggak ada yang miskin sebetulnya, cukup kok. Nelayan bukan buruh, tapi pengusaha walaupun kecil, tinggal diberdayakan agar lebih kaya, lebih banyak punya tabungan," ucap Susi. (ang/ang)










































