Tangkapan Nelayan RI Melimpah, Marak Lagi Bajak Laut di Karimata

Tangkapan Nelayan RI Melimpah, Marak Lagi Bajak Laut di Karimata

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2016 17:48 WIB
Tangkapan Nelayan RI Melimpah, Marak Lagi Bajak Laut di Karimata
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyebut kasus perompakan pada nelayan akhir-akhir ini mulai marak kembali. Menurutnya, perairan paling rawan bajak laut terjadi di Selat Karimata.

"Yang paling sering terjadi perompakan ada di perairan antara Sumatera dan Bangka. Kejadian paling banyak ada di Selat Karimata, kebanyakan pelakunya dari Lampung, cegat nelayan dari Jawa di Karimata," jelas Susi saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Diungkapkan Susi, meningkatnya aktivitas bajak laut lantaran tren hasil tangkapan kapal nelayan belakangan semakin melimpah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kecenderungan perompak itu tahu hasil tangkapan nelayan sangat banyak, mengubah para perompak dari darat ke laut, karena hasil tangkapan nelayan yang besar. Apalagi kaya rajungan yang hasilnya besar-besar. Kemarin polisi tangkap beberapa orang di Lampung," ujar Susi.

Kendati demikian, dia menyebut dalam 2 minggu terakhir belum ada laporan baru terkait perompakan nelayan pasca operasi peningkatan keamanan di laut.

"Pasca kita operasi kemarin-kemarin belum ada lagi laporan, sudah 2 minggu belum ada kejadian lagi. Dengan Bakamla, dengan TNI AL, dengan BIN kita koordinasi, kita juga pakai satelit untuk awasi kegiatan-kegiatan kapal di laut," ungkap Susi.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo mengungkapkan, ada peningkatan intensitas kasus perompakan beberapa waktu terakhir.

"Maraknya pengaduan perompakan mulai ada di mana-mana. Seperti yang terjadi di Bangka, Cirebon, Subang dan Karawang yang meresahkan keselamatan jiwa nelayan yang melaut," ucap Edhy. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads