Jokowi: Pertarungan Banyak Negara Berebut Kue Ekonomi Sangat Sengit

Jokowi: Pertarungan Banyak Negara Berebut Kue Ekonomi Sangat Sengit

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 09 Sep 2016 10:40 WIB
Jokowi: Pertarungan Banyak Negara Berebut Kue Ekonomi Sangat Sengit
Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja pulang menghadiri agenda pertemuan G20 dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Berbagai pimpinan negara datang dalam pertemuan tersebut dengan agenda kepentingan masing-masing.

Jokowi melihat adanya pertarungan yang sangat sengit dari negara lain, khususnya untuk memperebutkan kue ekonomi dunia.

"Dari pertemuan pertemuan dengan kepala negara kepala pemerintahan baik di G20 maupun di ASEAN summit sangat keliatan sekali betapa sekarang ini persaingan antar negara sangat sengit betapa kompetisi antara negara sangat sengit betapa pertarungan antar negara dalam perebutan kue ekonomi baik berupa investasi baik berupa uang masuk arus modal sangat sengit sekali," terangnya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu, menurut Jokowi sangat penting untuk menentuk fokus dari perekonomian Indonesia agar mampu bersaing dan memenangkan pertarungan dengan negara lain.

"Kita harus menentukan harus fokus apa yang akan jadi core ekonomi kita core bisnis negara kita. Karena dengan itulah kita bisa bangun positioning kita kita bisa membangun diferensiasi kita. Kita bisa membangun brand negara sehingga mudah kita menyelesaikan persoalan persoalan dan tanpa harus kita kejar-kejaran apalagi kalah bersaing," jelasnya.

Dalam sidang kabinet ini, Jokowi meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan perjalanan ekonomi Indonesia sejak merdeka. Menurutnya para menteri dapat melihat kondisi yang harus diwaspadai.

"Saya kira nanti pak Wapres akan menceritakan Perjalanan. 71 tahun ekonomi Indonesia akan kita lihat sebetulnya di mana yang harus diperbaiki di mana yang harus kita waspadai. Saya kira akan kelihatan sekali kalau nanti sudah disampaikan," tegas Jokowi. (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads