Para pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengaku, daging sapi beku dan daging kerbau kurang diminati. Para pembeli bahkan rela membeli dengan harga selisih Rp 10.000-Rp 20.000 untuk mendapatkan daging sapi segar.
"Daging sapi segar Rp 120.000/kg masih mahal karena pasokannya kurang yang lokal, pembeli saja berani beli beda Rp 10.000- Rp 20.000 untuk yang segar, mereka pilih yang pasti-pasti saja," kata salah satu pedagang sapi, Amung (40), ditemui di lokasi, Minggu (11/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari segi kualitas lebih enak rasa daging segar. Dijual beda Rp 10.000-20.000 dari daging segar, tapi daging beku itu kan ciut kalau dimasak. Jadi orang banyak yang pilih daging segar," ujar Ahmad.
"Daging beku itu dikeluarkan sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi sekarang sore hari sudah berwarna hitam. Masih bisa dikonsumsi sih, tapi kelihatannya agak pucat kesegarannya masih jauh. Kalau daging segar dikeluarkan dari pagi pukul 03.00 WIB masih berwarna merah, fresh," ujar Ahmad dalam kesempatan yang sama.
Selain itu, untuk menstabilkan harga pasar pemerintah juga berupaya memasok daging kerbau beku impor dari India. Di Pasar Senen sendiri daging kerbau tidak dipasok karena tidak disukai pembeli karena teksturnya yang kasar.
"Nggak ada daging kerbau di sini, kurang laku. Kalau buat jualan bakso nggak jadi, dagingnya kasar. Kalau daging sapi lebih gampang. Nggak ada di sini (daging kerbau), jarang peminatnya walaupun harga Rp 65.000 susah ngejualnya," ujar Achmad. (drk/drk)











































