Pengusaha Truk: Pungli di Pelabuhan Sudah Biasa

Pengusaha Truk: Pungli di Pelabuhan Sudah Biasa

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2016 20:55 WIB
Pengusaha Truk: Pungli di Pelabuhan Sudah Biasa
Foto: agung pambudhy
Jakarta - Salah satu penyebab lamanya dwell time lantaran praktik pungutan liar (pungli) di pelabuhan. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian turun langsung untuk membereskannya.

Benarkah praktik pungli masih marak di pelabuhan?

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan mengatakan, praktik pungli di pelabuhan memang masih lumrah terjadi. Namun, meski mengganggu, pungli di pelabuhan nilainya dianggap tak seberapa bagi pengusaha logistik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Supir truk ditarik pungli sudah biasa. Biasanya di bongkar muat, kalau saya maunya cepat ya bayar, paling sekitar Rp 20.000. Hal biasa, kalau mau didahulukan dibongkarnya. Tapi itu kecil, sebenarnya tak terlalu masalah buat pengusaha," ungkap Gemilang kepada detikFinance, Selasa (13/9/2016).

Kendati demikian, lanjutnya, pungli yang paling banyak membebani ongkos logistik pengusaha yakni pungli yang berada di luar pelabuhan.

"Saya kira yang lebih parah yang di jalanan. Di pelabuhan hanya soal supir truk minta didahulukan saja, sudah biasa yang begitu. Yang kita keluhkan ya yang preman malak-malak di jalan. Apalagi pas macet, ada yang datang malak," jelas Gemilang.

Sebelumnya, saat peresmian Terminal Peti Kemas New Priok tahap I, Presiden Jokowi menegaskan praktik pungli sudah merugikan dunia usaha dan perekonomian secara umum. Sehingga harus dibenahi dengan serius.

"Kalau nggak, akan seperti ini terus kita. Tangkap saja sudah kalau masih ada yang main-main seperti itu. Nggak ada perintah lain," ujarnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads