"Mudah-mudahan ini ekspor terus mengalami peningkatan," ungkap Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/9/2016).
Angka ekspor US$ 12,63 miliar ini tercatat naik 32,54% dibandingkan bulan sebelumnya. Ditopang oleh ekspor migas US$ 1,13 miliar atau naik 12,95%, dan non migas US$ 11,5 miliar atau naik 34,84%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibandingkan Juli kenaikan 32,54% cukup drastis," kata Sasmito.
Secara akumulasi Januari-Agustus 2016, angka ekspor tercatat US$ 91,73 miliar, atau turun 10,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk non migas adalah Us$ 83,11 miliar atau turun 7,32%.
Porsi terbesar ekspor adalah lemak dan minyak hewan nabati US$ 10,57 miliarm dan Bahan Bakar Mineral US$ 8,81 miliar.
Berikut pangsa pasar ekspor Indonesia:
- Amerika Serikat US$ 10,23 miliar
- Jepang US$ 8,42 miliar
- China US$ 8,36 miliar
- ASEAN US$ 18,20 miliar
- Uni Eropa US$ 9,21 miliar
Dibandingkan dengan Agustus 2015, maka impor turun 0,49% dari US$ 12,40 miliar.
Total impor sepanjang tahun adalah US$ 87,35 miliar, atau turun 9,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk non migas adalah US$ 75,39 miliar atau turun 4,49 yoy.
Porsi terbesar impor adalah mesin dan peralatan mekanik US$ 13,57 miliar dan mesin dan peralatan listrik US$ 9,69 miliar.
Berikut daftar negara asal barang impor Indonesia:
- China US$ 19,45 miliar
- Jepang US$ 8,42 miliar
- Thailand US$ 5,90 miliar
- ASEAN US$ 16,46 miliar
- Uni Eropa US$ 6,99 miliar.










































