Pramono Anung: Tax Amnesty Program yang Baik

Pramono Anung: Tax Amnesty Program yang Baik

Muhammad Damar Wicaksono - detikFinance
Kamis, 15 Sep 2016 14:35 WIB
Pramono Anung: Tax Amnesty Program yang Baik
Foto: Muhammad Damar Wicaksono
Jakarta - Progam tax amnesty sudah berjalan sebulan lebih sejak disahkan oleh DPR. Pemerintah masih terus gencar melakukan sosialisasi program tax amnesty ini agar berjalan sukses.

Diakui, sejumlah pihak memang sempat menolak adanya program ini, namun pemerintah tetap melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman ke masyarakat.

Salah satunya seperti yang dilakukan kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, dan Kepala Staff Kepresidenan Teten Masduki menyambangi kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, langkah ketiganya yang mewakili pemerintah adalah untuk meyakinkan bahwa program yang tengah dijalankan ini punya dampak baik bagi negara.

"Semua yang masih ragu-ragu dengan program tax amnesty, tentunya diyakinkan bahwa inilah salah satu program yang diyakini oleh pemerintah adalah program yang baik," ujar pramono di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Pramono juga menjelaskan, dana yang diperoleh dari program tax amnesty bisa dimanfaatkan untuk membangun berbagai infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan hingga bandara yang meningkatkan konektifitas antar wilayah juga termasuk pembangkit listrik, sehingga bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Orang-orang yang memarkir dananya di luar negeri dalam bentuk dana atau aset itu segera bisa dimanfaatkan dananya untuk pembangunan Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa tax amnesty ini sama sekali sasarannya bukan untuk orang kecil, tetapi untuk orang-orang yang memakirkan dana atau asetnya di luar negeri agar bisa dibawa kembali ke Indonesia.

"Sama sekali tax amnesty tidak disasarkan untuk orang yang lemah, tetapi bagaimana dana-dana di luar negeri bisa di tarik lagi masuk ke Indonesia," tutup Pramono. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads