Adapun Bendungan Kuwil Kawangkoan diperkirakan menelan biaya konstruksi Rp 1,51 triliun, dengan kapasitas tampung total mencapai 23,37 juta m3.
Sementara Bendungan Ladongi diperkirakan menelan biaya konstruksi Rp 907 miliar, dengan kapasitas tampung mencapai 25,57 m3. Sedangkan untuk Bendungan Way Sekampung, diperkirakan biaya konstruksi berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun, dengan kapasitas tampung mencapai 46 juta m3. Ketiga bendungan ini ditargetkan selesai dalam waktu 4 tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, pengerjaan tiga bendungan ini sebetulnya tidak harus menunggu proses groundbreaking dahulu. Hal ini sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh pernyataan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, yang mengatakan pihaknya bisa menjalankan pembangunan kapan saja ketika kontrak bendungan tersebut sudah rampung.
"Pesan Pak Menteri, kita groundbreaking itu seremonial saja. Kita siap kapan saja. Yang jelas di lapangan jalan terus, tidak perlu nunggu groundbreaking. Setelah terkontrak, langsung kerja," jelasnya.
Kementerian PUPR sendiri tengah melakukan berbagai upaya percepatan dalam menyelesaikan pembangunan bendungan yang tengah dikerjakan. Seperti menyelesaikan masalah pembebasan lahan dengan segera, melakukan penagihan pembayaran sesuai waktu yang telah ditetapkan, menambah peralatan dan tenaga kerja, hingga meningkatkan monitoring progres pelaksanaan pekerjaan melalui e-monitoring untuk percepatan pengambilan keputusan.
Dengan ketersediaan tampungan air yang memadai dari terbangunnya bendungan tersebut, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air irigasi yang selanjutnya juga akan berdampak besar bagi produksi pangan, dengan teralirinya areal persawahan lebih banyak. (wdl/wdl)










































