Amran menjelaskan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran Rp 3 triliun untuk membiayai penambahan luas tanam jagung seluas 1 juta hektar. Dari total dana Rp 3 triliun itu, telah dialokasikan Rp 2,1 triliun dalam APBN-P 2016 untuk membiaya target penambahan luas lahan 700.000.
Sisanya, Rp 900 miliar akan dialokasikan tahun depan untuk membiayai penambahan lahan tanam seluas 300.000 hektar. Selain untuk membiayai tambahan luas lahan, dana Rp 3 triliun itu dipakai untuk mengadakan bantuan alat dan mesin pra dan pasca panen jagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin lebih mulia saya kasih (anggaran) Rp 3 triliun ke pengusaha. Saya janjikan anggaran Rp 3 triliun di Dirjen Tanaman Pangan, nggak boleh ada yang main-main lagi," tambahnya.
Anggaran sebesar itu, sambung Amran, dipakai untuk program peningkatan produksi jagung lokal sampai tahun depan yakni perluasan areal tanam 1 juta hektar, serta bantuan alat dan mesin pra dan pasca panen jagung. Sehingga, dirinya menjamin, pengusaha pakan ternak tak perlu lagi risau soal pasokan jagung lokal.
Menurut Amran, saat terjadi pemotongan anggaran di kemeteriannya, pihaknya malah menaikkan alokasi untuk perluasan tanaman jagung. Tahun lalu anggaran untuk jagung sebesar Rp 1,2 triliun, naik menjadi Rp 2,1 triliun di tahun 2016.
"Setiap tahun (jagung) impornya 3,6 juta ton, daripada dinimati petani negara lain, kenapa tidak untuk petani sendiri. Selalu jadi polemik, pengusaha bilang jagungnya tidak ada, petani teriak jagungnya tidak laku, nggak ketemu terus. Kaya ayam sama telur mana yang duluan," pungkas Amran. (hns/hns)











































