Follow detikFinance
Senin 19 Sep 2016, 13:54 WIB

Google Tak Patuh Bayar Pajak, Pengusaha: Harus Dikejar Terus

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Google Tak Patuh Bayar Pajak, Pengusaha: Harus Dikejar Terus Foto: Getty Images
Jakarta - Google Asia Pacific Pte Ltd sudah lama memperoleh penghasilan dari kegiatan bisnis di Indonesia. Namun dari sisi kepatuhan pajak, Google terus berupaya menghindari pajak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua bidang Industri Manufaktur, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Johnny Darmawan mengatakan bahwa pembayaran pajak wajib dilakukan oleh Google. Dengan beroperasi dan menghasilkan uang di Indonesia, sudah selayaknya Google membayar pajak.

Hal ini juga serupa dengan para pengusaha yang mencari uang di Indonesia.

"Dari dulu pengusaha kita diudak-udak (dikejar). Pengusaha dunia maya (Google) nggak diudak-udak," tutur Johnny di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).

Johnny menambahkan bahwa pihak Google harus dimintai keterangan terkait pengemplangan pajak yang dilakukan secara berturut-turut. Pemerintah juga bisa menempuh jalir hukum apabila Google bersikeras untuk tidak membayar pajak kepada pemerintah Indonesia.

Penelitian terkait jumlah pengguna Google di Indonesia juga harus dilakukan untuk menghitung potensi pajak Google.

"Panggil saja kamu punya apa dan sebagainya. Dengan adanya gitu secara hukum sudah bisa legal binding. Harus dikejar terus. Dilihat customer base-nya gede nggak," kata Johnny.

Google, lanjut Johnny, menjalankan bisnisnya di Indonesia dengan menjaring potensi ratusan juta penduduk Indonesia.

"Indonesia ada 240 juta penduduk anggap 150 juta itu bisa. Mereka masuk ke Indonesia manfaatkan populasi yang banyak," tutup Johnny. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed