27 September, Ketum KADIN Daftar Tax Amnesty

27 September, Ketum KADIN Daftar Tax Amnesty

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 19 Sep 2016 17:51 WIB
27 September, Ketum KADIN Daftar Tax Amnesty
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Jelang akhir periode pertama program tax amnesty, satu per satu pengusaha besar mengikuti program ini, melaporkan hartanya dan membawa hartanya dari luar negeri kembali ke dalam negeri (repatriasi).

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Rosan P Roeslani mengatakan, hal tersebut adalah hal yang wajar mengingat tarif terendah program tax amnesty ada di periode pertama. Bahkan, ia mengungkapkan dirinya pun akan ikut ambil bagian dalam program pemerintah tersebut.

"Kemarin kan pak Boy Thohir dan James Riady yang jadi wakil ketua umum saya sudah ikut. Wakil ketua umum saya rata-rata sudah ikut. Saya pun juga akan ikut, sedang konsolidasi keuangan juga," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bahkan tak segan menyebut tanggal dirinya akan mendaftarkan hartanya dan mengikuti program tax amnesty.

"Insya Allah tanggal 27 September 2016," akunya

Tak sebatas dirinya, seluruh anggota Kadin yang tak lain adalah kalangan usaha yang bisa saja secara tidak sengaja lalai dalam memenuhi kewajiban pajaknya juga diajak mengikuti program tax amnesty.

"Dan saya meminta kepada seluruh Kadin, paling tidak tanggal 27 September ini semua sudah ikut tax amnesty," tegas dia.

Ia mengajak agar anggota Kadin yang ikut tax amnesty bisa melaksanakannya di periode awal ini yang berakhir pada 30 September 2016 mendatang.

"Karena memang dari para pengusaha, kalau bisa kena yang paling kecil ya paling kecil yang 2%," tutur dia.

Rosan menjelaskan, banyaknya pengusaha yang ikut mendaftar tax amnesty mendekati waktu periode pertama ini berakhir lantaran mereka masih menyelesaikan konsolidasi dana atau hartanya untuk ikut tax amnesty.

Hal itu disebabkan banyaknya perusahaan yang dimiliki oleh para pengusaha tersebut. Rosan menjelaskan, perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha tersebut tidak hanya ratusan, tetapi ada yang sampai ribuan perusahaan. Oleh karena itu, pengusaha perlu konsolidasi untuk melaporkan semua perusahaan tersebut.

"Saya contohkan, yang mau ikut tax amnesty, perusahaan yang mau kita ikut itu kan bukan puluhan, ratusan, bahkan ada yang ribuan. Seribu lebih itu bahkan ada. Saya tahu sekali itu ada. Dan semua itu sangat butuh waktu," jelas dia.

"Jadi mereka sedang melakukan konsolidasi perusahaannya untuk melaporkan ikut dalam tax amnesty. Dan saya melihatnya, mendekati akhir bulan September ini akan terus memuncak. Sesudah September mungkin agak sedikit melandai," tandasnya.


(dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads