Ketiganya dipanggil untuk rapat membahas masalah dwell time alias bongkar barang dari kapal hingga keluar pelabuhan.
"Pukul 13.00 WIB rapat membahas dwelling time di Kementerian ESDM," kata Humas Kemenko Kemaritiman di Jakarta, Selasa (20/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa banyak pelabuhan yang masih tidak efisien, sehingga berpengaruh terhadap kecepatan pelayanan di pelabuhan. Dunia usaha akhirnya terkena dampaknya. Untuk itu, butuh pembenahan besar-besaran.
"Untuk menekan biaya angka dwelling time, Kementerian Perhubungan, Kementrian Perdagangan dan Kementrian yang terkait untuk melakukan perombakan besar-besaran, reformasi besar-besaran di pelabuhan-pelabuhan kita. Karena angkanya dwelling time-nya masih tinggi," tegas Jokowi. (dna/dna)











































