Jokowi Ingin Masyarakat Tak Tergantung Subsidi dan Bansos

Jokowi Ingin Masyarakat Tak Tergantung Subsidi dan Bansos

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2016 17:26 WIB
Jokowi Ingin Masyarakat Tak Tergantung Subsidi dan Bansos
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan subsidi dan bantuan sosial (bansos) yang disalurkan tidak membuat masyarakat terus bergantung kepada pemerintah. Melainkan justru mampu untuk mengembangkan diri untuk meningkatkan ekonomi.

"Saya juga minta agar semangat dari kebijakan subsidi dan bansos untuk membuat masyarakat menjadi semakin kuat, semakin mandiri dan semakin berdaya dan tidak justru menimbulkan ketergantungan. Ini yang perlu digarisbawahi," kata Jokowi membuka rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Semangat ini sebenarnya susah dimulai dengan reformasi skema subsidi sejak 2015. Di mana pemerintah mencabut subsidi premium dan menerapkan skema subsidi tetap pada solar. Kemudian meningkatkan subsidi lain yang bersifat produktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita telah mengambil keputusan pengalihan subsidi BBM ke belanja subsidi yang lebih tepat sasaran. Tahun 2016, alokasi subsidi bunga kredit program mengalami peningkatan dari Rp 1,9 triliun pada 2015 menjadi Rp 15,8 triliun," terangnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa pengalihan subsidi pada kelompok masyarakat yang membutuhkan dan sekaligus mendukung kelompok usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah," ungkap Jokowi.

Jokowi meminta agar subsidi bisa disalurkan terintegrasi dengan bantuan sosial, dana desa dan belanja Kementerian Lembaga (KL) serta dana transfer ke daerah.

"Dana Bansos dan subsidi berbasis individu, keluarga, rumah tangga dan atau usaha dapat dikombinasikan dengan dana desa atau dan lainnya yang berbasis kewilayahan maupun berbasis sektoral," tandasnya.

Di samping itu juga perlu adanya peningkatan validitas data dari penerima subsidi dan bantuan sosial. Kemudian skema penyaluran ke depan diharapkan bisa beralih ke non tunai.

"Dalam rapat terbatas pada April 2016 yang lalu saya juga telah memerintahkan agar semua bantuan sosial diberikan dalam bentuk non tunai, melalui perbankan, melalui banking system kita dan diintegrasikan dalam satu kartu," terangnya.

"Sistem penyaluran yang dipakai harus langsung ke masyarakat penerima manfaat dan kita juga harus memperbaiki kualitas barang dan jasa yang diterima masyarakat, mulai dari pelayanan jasa kesehatan, jasa pendidikan, bantuan beras, bantuan pupuk dan yang lain-lainnya," tegas Jokowi (mkl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads