Namun dirinya terus berupaya agar neraca perdagangan Indonesia bisa tumbuh positif.
"Kami juga merasakan akibat dari pelemahan ekonomi global. Pertumbuhan ekspor dan impor terus tumbuh negatif sejak 2014, namun kami berharap bisa tumbuh positif tahun depan," jelas Sri Mulyani dalam seminar Challenges to Global Economy di The Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (22/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya migas, Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia lainnya yang menjadi andalan untuk diekspor juga terus tumbuh negatif karena rendahnya harga komoditas.
"Yang paling berdampak akibat pelemahan ekonomi global adalah sektor migas. Ini merupakan sektor terpenting di Indonesia. Sumber Daya Alam (SDA) juga tumbuh negatif," tutur Sri Mulyani.
Dua pulau yang paling terdampak ekonominya akibat rendahnya harga komoditas adalah Sumatera dan Kalimantan. Dua pulau penghasil SDA ini ekonominya juga ikut turun dan pemerintah juga terus melakukan kebijakan fiskal untuk menggairahkan perekonomian tidak hanya bersumber dari SDA.
"Khususnya Sumatera dan Kalimantan. Harga komoditas mempengaruhi perdagangan mereka. Pemerintah meluncurkan kebijakan fiskal semampu kami untuk menggairahkan ekonomi," kata Sri Mulyani. (hns/hns)











































