Dengan asumsi tersebut, maka Surat Berharga Negara (SBN) yang akan diterbitkan tahun depan adalah Rp 404,3 triliun (netto).
"Jumlah SBN yang akan diterbitkan tahun depan adalah Rp 404,3 triliun," ungkap Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau dilihat secara gross itu memang ada penurunan," terangnya.
Robert menambahkan, tidak ada perbedaan dari sisi instrumen surat utang berdenominasi valuta asing (valas) yang akan diterbitkan tahun depan. Adalah Global Bond, Euro Bond, Samurai Bond, Global Sukuk.
"Sementara sama," ujar Robert.
Sedangkan porsi valas diperkirakan sebesar 20% dari total penerbitan SBN. Walaupun hal itu perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan pada tahun depan.
"Kira-kira 20-23%," jelasnya. (mkl/ang)










































