"SMRT Corporation Ltd mengumumkan bahwa pada tanggal 9 September 2016, lewat konsorsium yang terdiri dari anak usaha SMRT International dan PT T Files Indonesia mengajukan tawaran resmi untuk berpartisipasi dalam tender umum penanaman modal proyek pembangunan angkutan umum koridor 1 Rail-Based dan fasilitas pendukungnya di Kota Bandung," bunyi pernyataan resmi pihak SMRT, yang dikutip detikFinance, Senin (26/9/2016).
Terkait tender tersebut, pihak SMRT masih menunggu pengumuman resmi dari panitia penyelenggara lelang terkait hasil lelang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai hari ini, SMRT Internasional belum menerima pemberitahuan resmi apapun dari panitia tender dari hasil evaluasi tender. Belum ada perjanjian yang disepakati hingga saat ini terkait perjanjian definitif apapun yang akan dimasuki dalam tahap konstruksi dan implementasi proyek," tegas manajemen masih dalam pernyataan resmi yang sama.
Dalam pernyataan resmi tersebut, SMRT juga menyebutkan bahwa hasil lelang ini nantinya tidak akan termasuk ke dalam keuntungan perusahaan tahun ini.
"Jika tender telah diserahkan kepada konsorsium, dan konsorsium telah memasuki perjanjian definitif terkait di dalam proyek, perusahaan tidak menempatkan itu dalam rangka mendapatkan pengaruh material dalam aset keuntungan bersihnya per lembar saham, atau mendapatkan bagian saham dari tahun keuangan saat ini," tulisnya.
Sebelumnya, tersiar kabar bahwa SMRT terpilih menjadi pemenang lelang proyek LRT koridor 1, dan akan memulai awal pembangunannya pada awal 2017 mendatang. Kabar ini disampaikan langsung oleh Walikota Bandung, Muhammad Ridwan Kamil pada Selasa (20/9/2016) lalu. (dna/dna)











































