Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa yang diwakili oleh Graha Abadi menyampaikan agitasi berbagai macam program Kementerian Pertanian yang berkenaan dengan kesejahteraan petani di pedesaan.
Program yang disampaikan antara lain Rehabilitasi jaringan irigasi, Nasib Penyuluh pertanian lapangan, Alih fungsi lahan pertanian, Pendistribusian Pupuk dan Benih, Pendistribusian Alsintan, Peran kelembagaan petani dalam mewujudkan pertanian yang mandiri dan Permentan Nomor 03 tahun 2015 tentang Pedoman Umum Pendampingan UPSUS Pajale.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan temuan mereka terkait Alsintan yang kurang produktif di lapangan.
![]() |
Semula mahasiswa ingin menyampaikan hal tersebut di atas melalui aksi demo, namun Amran mempersilakan mahasiswa masuk ke kementerian pertanian untuk menyampaikan semua aspirasinya dengan cara santun dan dalam rangka membangun kepeduliannya terhadap pembangunan Pertanian.
"Sampaikanlah semua, mumpung saya ada waktu, saya sempatkan pertemuan ini," ujar Amran di Jakarta, Senin (26/9/2016).
Lebih jauh Amran menjelaskan, jaringan irigasi telah dibangun dan direhabilitasi 3 juta hektar dalam kurun waktu 2 tahun, selanjutnya Amran menjelaskan bahwa penyuluh pertanian telah diupayakan dan diangkat sebanyak 7500 ppl dalam waktu dekat, selain itu alih fungsi lahan telah dikendalikan melalui berbagai macam peraturan dan perundang - undangan, sementara untuk distribusi pupuk tidak ada masalah setelah beberapa oknum yang menghambat distribusi pupuk ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran meminta mahasiswa sebagai Agen Kontrol untuk terus berperan aktif mengawasi jalannya distribusi benih, pupuk dan sarana produksi pertanian.
"Apabila ada penyimpangan bisa dilaporkan kepada Kementan untuk ditindak tegas," tegas Amran. (drk/drk)












































