Rapat rutin tersebut berlangsung sekitar 4 jam, sejak pukul 14.30 WIB. Hadir di antaranya adalah Gubernur BI Agus Martowardojo, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Pembahasan mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran, ya makro," ungkap Darmin usai rapat di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (26/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini realisasi dari uang tebusan saja Rp 53 triliun, repatriasi Rp 92 triliun," ungkapnya.
Pemerintah masih optimis akan ada peningkatan yang signifikan pada periode selanjutnya. Walaupun Darmin tidak menyebutkan jelas target sampai dengan akhir periode dan dampaknya terhadap APBN bila tidak tercapai.
"Itu belum dihitung persis dampaknya. Tapi perkiraan dampaknya penerimaan APBN tidak perlu lagi ada pengurangan lebih lanjut tapi belum dibuat simulasi lebih lanjut," terang Darmin.
Dari sisi repatriasi, sudah ada penunjukan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah akan memastikan sisi instrumen penampung dana tersebut bisa digunakan.
"Kementerian BUMN sudah siapkan langkah-langkah2 ditempuh BUMN kegiatan untuk penempatan dana untuk menampung dana repatriasi dan seterusnya . Kami bicarakannya tapi bukan sama sekali baru, sudah dibicarakan sejak 3 bulan lalu sejak Juli," tandasnya. (mkl/dna)











































