Jenazah dikirim menggunakan gerbong khusus yang terhubung dalam satu rangkaian kereta barang.
"Namanya kereta jenazah. Keluarga orang meninggalkan kerepotan untuk bawa jenazah itu, terlebih ke tempat yang susah akses. Tapi tidak juga pakai kereta penumpang, bisa ribut nanti. Jadi, kita pakai kereta sendiri, ada untuk logistiknya," jelas Direktur Komersial dan IT KAI Kuncoro Wibowo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tarifnya ada di website KAI. Ada hitungannya per jarak," tutur Kuncoro.
Setelah satu bulan beroperasi, pengguna jasa pengiriman jenazah menggunakan kereta api cukup banyak. Pilihan angkutan jenazah menggunakan kereta api banyak dipilih untuk menghemat waktu dibandingkan menggunakan ambulance.
"Ini menarik dan banyak juga yang berterima kasih kepada kami. Karena selama ini mereka pakai ambulans terlalu repot, lebih cepat pakai kereta api," ujar Kuncoro. (ang/ang)











































