RI Punya 7,3 Juta Hektar Lahan Irigasi, Tapi Hampir Separuhnya Rusak

RI Punya 7,3 Juta Hektar Lahan Irigasi, Tapi Hampir Separuhnya Rusak

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2016 12:52 WIB
RI Punya 7,3 Juta Hektar Lahan Irigasi, Tapi Hampir Separuhnya Rusak
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kondisi infrastruktur irigasi pertanian saat ini bisa dibilang cukup memprihatinkan. Dari total 7,3 juta hektar lahan irigasi pertanian yang ada saat ini, sebanyak 46% atau hampir separuhnya mengalami kerusakan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pihaknya menargetkan 90% saluran irigasi pertanian, yakni irigasi sekunder dan primer, dalam kondisi baik. Dari data terakhir di 2014, kondisi irigasi yang masih berfungsi dengan baik sebanyak 54%.

"Saat 2014, kondisi baik 54% dari 7,3 juta hektare. Tahun 2019 targetkan 90% baik. Dari 7,3 juta hektar yang baik 54%, sisanya rusak, ringan, berat," ucap Basuki

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya akan diperbaiki sampai 2019 kita punya program pembangunan 1 juta hektar (irigasi baru), dan perbaikan 3 juta hektar," imbuhnya.

Diungkapkannya, dirinya masih memetakan lagi berapa perbaikan irigasi primer dan sekunder yang sudah diperbaiki sampai saat ini. Namun yang pasti, targetnya sebanyak 90% irigasi berfungsi dengan baik di 2019.

"PU melihat irigasinya. Ada 7,3 juta hektar (lahan irigasi) dari 9,1 juta (lahan pertanian), sisanya kan rawa dan tambak. Saya laporkan itu, semua akan kita bikin. Ini tugas kami buat peta infrastruktur irigasi dan air permukaan," kata Basuki.

Ada irigasi air tahan, embung, bendungan. Irigasi permukaan sendiri ada 7,1 juta hektare. Kondisinya dari itu hanya 54 persen baik sisanya perlu diperbaiki. Berapa program rahabilitasi dan pembangunannya.

Selesai pemetaan cakupan lahan irigasi, akan ada lagi rapat lanjutan pembahasan optimalisasi lahan pertanian di setiap daerah.

"Hasil dari brainstorming beberapa menteri yang kumpul, 2 minggu balik ke sini dibahas lagi. Poin yang dibahas infrastruktur tentang pangan, jadi bagaimana kebutuhan infrastruktur pangan seperti padi, jagung, dan gula," jelas Basuki. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads