Peringkat Daya Saing RI Turun dari 37 ke 41, Sri Mulyani: Ini PR yang Serius

Peringkat Daya Saing RI Turun dari 37 ke 41, Sri Mulyani: Ini PR yang Serius

Maikel Jefriando - detikFinance
Sabtu, 01 Okt 2016 12:45 WIB
Peringkat Daya Saing RI Turun dari 37 ke 41, Sri Mulyani: Ini PR yang Serius
Foto: Ari Saputra
Jakarta - World Economic Forum (WEF) merilis indeks daya saing Indonesia turun dari peringkat 37 ke 41. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai penurunan indeks daya saing ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat serius dan harus dibenahi.

Indeks daya saing dirilis oleh World Economic Forum (WEF). Beberapa faktor yang membuat daya saing Indonesia turun, di antaranya adalah korupsi, inefisiensi birokrasi pemerintah, infrastruktur yang terbatas, akses pendanaan, inflasi, ketidakstabilan kebijakan, tingkat pajak dan lainnya.

"Itu merupakan PR (pekerjaan rumah) yang sangat serius bagi kita sebagai negara. Baik dari sisi korupsi, efektifitas, birokrasi bahkan termasuk tingkat pajak Indonesia dan pelayanan pajak," ungkap Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat malam (30/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan ini, kata Sri Mulyani akan segera dibenahi. Reformasi birokrasi tetap menjadi komitmen dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Akan kami perbaiki. Walaupun (pajak) jauh di bawah masalah korupsi dan birokrasi. Kemenkeu akan terus komit pada reformasi birokrasi, karena sangat menentukan di dalam kemampuan kita menciptakan kepercayaan memperbaiki pelayanan dan kepastian usaha yang penting menciptakan indeks daya saing," tandasnya.

Sebagai informasi, Laporan Indeks Daya Saing WEF 2016-2017 ini memeringkat ekonomi di 138 negara, memberikan sudut pandang yang lebih mendalam terhadap produktivitas dan kemakmuran masing-masing negara.

Pada laporan kali ini, keterbukaan di masing-masing negara makin menyusut sehingga mengancam pertumbuhan dan kemakmuran. Tiga posisi paling puncak ditempati oleh Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat (AS).

Indonesia juga masih kalah dari beberapa negara Asia lainnya, seperti Malaysia (25), Korea Selatan (26), China (28), Jepang (8), dan Thailand (34). Sementara di bawah Indonesia masih ada Filipina (57), Brunei Darussalam (58), dan Vietnam (60). (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads