Dimulai pukul 08.00 WIB, pertemuan yang berlangsung selama sejam tersebut lebih banyak membahas peluang kerja sama dalam bidang transportasi. Selama ini, negara Skandinavia tersebut memang terkenal dengan pabrikan bus, seperti Scania dan Volvo.
Budi mengungkapkan, pihaknya mendorong agar Swedia mau membangun pabriknya di sini, ketimbang hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar saja. Lantaran di masa mendatang sektor transportasi terus tumbuh, khususnya sektor transportasi publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Swedia, Ann mengungkapkan, pihaknya melihat peluang besar untuk memperkuat bisnis setelah melihat komitmen Presiden Joko Widodo terus mengebut ketertinggalan dalam sektor transportasi dan infrastruktur.
![]() |
"Sangat penting membangun hubungan baik dengan Indonesia. Kita juga ingin membangun hubungan lebih dalam bisnis dan pendidikan untuk mendorong infrastruktur dan masa depan transportasi," jelas Ann.
Selain ditawari membangun pabrik bus di Indonesia, lanjutnya, sejumlah perusahaan-perusahaan Swedia juga antusias mengikuti tender proyek Electronic Road Pricing (ERP) di Jakarta.
"Ada (keikutsertaan) pengadaan untuk itu (ERP) dari perusahaan Swedia yang menawarkan solusi itu. Kita punya banyak pengalaman di sistem manajemen lalu lintas," ucap Ann.
![]() |













































