Arsitek Perang Irak Paul Wolfowitz Menjadi Presiden Bank Dunia

Arsitek Perang Irak Paul Wolfowitz Menjadi Presiden Bank Dunia

- detikFinance
Jumat, 01 Apr 2005 05:48 WIB
Jakarta - Paul Wolfowitz disetujui menjabat sebagai presiden Bank Dunia terhitung mulai Kamis (31/3/2005). Keputusan itu mementahkan persepsi miring beberapa anggota Bank Dunia terhadap Wolfowitz atas perannya sebagai arsitek perang Irak pimpinan George Bush.Tanda-tanda terpilihnya Wolfowitz sudah terlihat sebelum 24 anggota dewan Bank Dunia memutuskan secara voting. Sebagian besar negara-negara anggota utama Bank Dunia menyetujui pengangkatan Wolfowitz.Wolfowitz (61 tahun) yang saat ini menjabat sebagai Deputi Menteri Pertahanan AS, akan bekerja sama dengan kepala Bank Dunia saat ini James Wolfensohn sebelum mengambil alih pimpinan dari donatur terbesar bagi negara-negara miskin itu pada 1 Juni 2005 mendatang."Merupakan suatu kehormatan untuk dipercaya memimpin institusi internasional yang sangat penting ini," kata Wolfowitz yang pernah menjadi Dubes AS untuk Indonesia dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Jumat (1/4/2005) pagi. Ia yakin kemampuannya lebih baik dibandingkan image kerasnya selama ini.Wolfowitz menegaskan, enam bulan ke depan merupakan masa penting dalam membuat kebijakan. Tujuannya adalah untuk menghitung hasil proses pengurangan kemiskinan global, sebeum Pertemuan PBB bulan September mendatang.Pejabat Sipil nomor dua di Pentagon itu merupakan satu-satunya calon presiden World Bank. Meski banyak yang menentang, tapi negara-negara Eropa tidak ada yang berkomentar mengenai pencalonan itu, diduga karena Eropa mengincar jabatan tertinggi di lembaga internasional lainnya.Dukungan Gedung PutihPemerintahan Presiden Bush mengatakan, menanti untuk segera bekerja bersama Wolfowitz. Sebelumnya Wolfowitz sendiri berjanji tidak akan memaksakan kebijakan AS dalam Bank Dunia."Misi Bank Dunia adalah penting bagi negara kami juga bagi dunia. Tahun ini fokus Bank Dunia adalah terhadap pembangunan dan aksi nyata di Afrika berdasarkan tujuan G-8 dan PBB," ujar pernyataan dari Gedung Putih. (fab/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads