Tanggul Laut di Cilincing Rp 405 M Juga Akan Dilengkapi Jogging Track

Tanggul Laut di Cilincing Rp 405 M Juga Akan Dilengkapi Jogging Track

Eduardo Hasian Simorangkir - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2016 14:58 WIB
Tanggul Laut di Cilincing Rp 405 M Juga Akan Dilengkapi Jogging Track
Foto: Eduardo Hasian Simorangkir
Jakarta - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) telah menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) Beton Tbk dan PT SAC Nusantara sebagai kontraktor proyek pembangunan pengaman pantai Jakarta tahap 2 paket 2 yang berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,2 km.

Proyek ini sendiri merupakan bagian dari pembangunan pengaman pantai utara Jakarta sepanjang 60 km, yang bertujuan untuk menghindari potensi banjir rob yang kerap menggenangi wilayah utara Jakarta. Direktur Keuangan WIKA Beton, Entus Asnawi mengatakan, pengerjaan proyek ini akan memberikan rasa aman kepada warga Jakarta yang selama ini kerap terganggu kenyamanannya oleh banjir rob.

Selain punya manfaat mencegah banjir, tanggul ini juga akan dilengkapi fasilitas penujang aktifitas warga yakni jogging track. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah DKI Jakarta yang ingin ruang untuk aktifitas masyarakat lebih banyak tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di atas tiang-tiang ini nanti akan di-capping dan dipagar. Kalau rencana pemda DKI, selain untuk pejalan kaki, juga akan dibangun sebagai kawasan publik. Jogging track sepanjang di pinggir laut. Jadi orang yang nggak punya pantai jadi punya pantai," ujar dia dalam kesempatan site visit di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (4/10/2016).

"Manfaatnya tentu mengamankan penurunan Jakarta dari rob. Ini kan dikasih geotextil (teknologi untuk menahan tanah hasil pengeboran oleh inner bor), air bisa turun, tapi tanahnya nggak, seperti tersaring. Ini juga menyediakan ruang sebagai masyarakat yang nggak punya laut. Ini kan area yang dimiliki oleh pemerintah," jelasnya.

BUMN konstruksi ini sendiri menargetkan akan menyelesaikan pengerjaan proyek pengaman pantai tahap 2 paket 2 ini akhir 2017 mendatang. Hal ini didorong dengan penggunaan sistem pemancangan menggunakan metode Inner Bore, yang pengerjaannya bisa tiga kali lebih cepat dari sistem konvensional.

Sebagai informasi, dalam pengerjaan proyek ini WIKA Beton menjadi pemasok langsung spun pile atau tiang pancang yang diproduksi langsung di pabrik WIKA Beton di Lampung Selatan.

Sementara untuk penggunaan teknologi inner bore nya sendiri berasal dari perusahaan asal Jepang yang memiliki perjanjian khusus dengan perusahaan, dimana WIKA menjadi yang pertama menggunakan teknologi ini di Indonesia, proyek pengaman pantai menjadi yang pertama dilakukan oleh teknologi inner bor yang biasa dilakukan di darat..

"Dari si pembuatnya Jepang memang tidak menggunakannya di laut. Ini sesuatu yang baru. Jadi kita harus membuktikan. Karena ini sudah bisa diterima, ini bisa jadi potensi pasar untuk Wika Beton di sisa proyek pengaman pantai lainnya," pungkasnya. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads