Menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Victoria Kwakwa, ekonomi China diperkirakan masih akan melambat dari 6,7% tahun ini menjadi 5,5% di tahun 2017, serta 6,3% di tahun 2018.
Sementara untuk negara lain di kawasan tersebut, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan stabil di 4,8% tahun ini, tumbuh 5% di tahun 2017, dan naik tipis 5,1% di 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara khusus untuk negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik, secara keseluruhan, diperkirakan tumbuh sebesar 5,8% di tahun 2016 dan 5,7% di tahun 2017-2018.
"Tantangan jangka panjang adalah meneruskan pertumbuhan dan membuatnya menjadi inklusif, dengan mengurangi kesenjangan penghasilan dan akses Iayan umum, terutama di China, memperbaiki infratruktur seluruh kawasan, mengurangi malnutrisi anak, dan mempertajam potensi teknologi untuk menumbuhkan inklusi finansial," jelas Victoria.
Dia menuturkan, untuk China, pertumbuhan akan melemah seiring dengan perekonomiannya yang terus menuju ke sektor konsumsi, pelayanan dan aktivitas dengan nilai tambah yang tinggi dan kelebihan kapasitas industri dikurangi.
"Namun pasar tenaga kerja yang lebih ketat akan terus mendukung pertumbuhan pendapatan dan konsumsi rumah tangga," pungkasnya. (ang/ang)











































