Bank Dunia: Ekonomi Asia Pasifik Masih Stabil 3 Tahun Mendatang

Bank Dunia: Ekonomi Asia Pasifik Masih Stabil 3 Tahun Mendatang

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 11:37 WIB
Bank Dunia: Ekonomi Asia Pasifik Masih Stabil 3 Tahun Mendatang
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Bank Dunia (World Bank) memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia Timur dan Pasifik masih akan stagnan hingga 3 tahun ke depan. Sementara China sebagai negara ekonomi terbesar di Asia, diprediksi masih mengalami perlambatan.

Menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Victoria Kwakwa, ekonomi China diperkirakan masih akan melambat dari 6,7% tahun ini menjadi 5,5% di tahun 2017, serta 6,3% di tahun 2018.

Sementara untuk negara lain di kawasan tersebut, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan stabil di 4,8% tahun ini, tumbuh 5% di tahun 2017, dan naik tipis 5,1% di 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyeksi untuk kawasan berkembang Asia Timur dan Pasifik tetap positif, melemahnya pelemahan pertumbuhan global dan permintaan eksternal bisa diimbangi oleh konsumsi domestik dan investasi yang kuat," ujar Victoria saat video teleconference di kantor Bank Dunia, SCBD, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Sementara khusus untuk negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik, secara keseluruhan, diperkirakan tumbuh sebesar 5,8% di tahun 2016 dan 5,7% di tahun 2017-2018.

"Tantangan jangka panjang adalah meneruskan pertumbuhan dan membuatnya menjadi inklusif, dengan mengurangi kesenjangan penghasilan dan akses Iayan umum, terutama di China, memperbaiki infratruktur seluruh kawasan, mengurangi malnutrisi anak, dan mempertajam potensi teknologi untuk menumbuhkan inklusi finansial," jelas Victoria.

Dia menuturkan, untuk China, pertumbuhan akan melemah seiring dengan perekonomiannya yang terus menuju ke sektor konsumsi, pelayanan dan aktivitas dengan nilai tambah yang tinggi dan kelebihan kapasitas industri dikurangi.

"Namun pasar tenaga kerja yang lebih ketat akan terus mendukung pertumbuhan pendapatan dan konsumsi rumah tangga," pungkasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads