Salam Perpisahan Sri Mulyani ke Bank Dunia: Saya Cinta RI dan Harus Kembali

Salam Perpisahan Sri Mulyani ke Bank Dunia: Saya Cinta RI dan Harus Kembali

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 14:30 WIB
Salam Perpisahan Sri Mulyani ke Bank Dunia: Saya Cinta RI dan Harus Kembali
Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan salam perpisahan kepada Bank Dunia. Kurang lebih 6 tahun sejak 2010, Sri Mulyani berkarya di Bank Dunia sebagai Direktur Operasional.

Acara perpisahan berlangsung di Atrium James D. Wolfensohn, Kantor Pusat Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa sore (4/10/2016). Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan terima kasih kepada Bank Dunia yang selama ini mendukung dirinya sebagai Direktur Operasional.

Selain itu, Sri Mulyani juga bercerita tentang keluarganya yang terkejut saat dirinya memutuskan berhenti sebagai Menkeu dan bekerja di Bank Dunia. Meski berkarya di Bank Dunia, Sri Mulyani sempat mengatakan ke keluarganya bahwa akan kembali ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Janji Sri Mulyani ini terbukti. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggilnya pulang ke Indonesia untuk menjadi Menkeu menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Jokowi resmi melantik Sri Mulyani sebagai Menkeu pada Rabu (27/7/2016).

Bagi Sri Mulyani, ini merupakan saat yang tepat bagi dirinya untuk menepati janji kembali ke Indonesia, sekaligus sebagai momen untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

"Saya sangat mencintai Indonesia, dan tidak punya pilihan lain, saya harus kembali," tutur Sri Mulyani.

Dalam acara perpisahan itu, sejumlah pejabat Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) antara lain Managing Director IMF Christine Lagarde, mantan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, turut hadir. Presiden Kim juga menyampaikan kesannya terhadap Sri Mulyani.

Kim mengatakan, Sri Mulyani merupakan bintang besar di Indonesia. Ia dinilai sangat kompeten dan merupakan sosok yang mampu memprediksi kondisi ekonomi di Indonesia di masa mendatang. (hns/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads